Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Meredam Api Amarah Dengan Kasih

banner 120x600
banner 468x60

Selasa, 27 September 2022

Ayb.3:1-3.11-17.20-23 ; Luk.9:51-56

banner 325x300

PW. St. Vinsensius a Paulo, Imam

RD WENS HERIN

“Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?”

(Luk.9:56)

Siapapun akan kecewa jika melihat orang yang mereka hargai dipelakukan tidak sepantasnya. Pengalaman demikian yang dialami para murid Yesus. Mereka marah karena tidak menerima perlakukan orang Samaria yang menolak kehadiran Yesus, Guru yang sangat mereka hormati dan segani. Maka muncul niat membalas mereka dengan setimpal. Yakobus dan Yohanes segera meminta, kiranya Yesus memperkanakan mereka menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka.

Tetapi Yesus menegur mereka. Meredam amarah yang berkecamuk. Sekalian mengingatkan bahwa permintaan mereka tak sesuai misi kasihNya. Tak patut memberi api untuk membinasakan. Karena Dia hadir membawa kasih untuk menyelamatkan. Penolakan itu belum seberapa. Dibanding derita yang bakal dihadapai di Yerusalem. Bahkan justru melalui derita dan kematian, misi akan penyelamatan terwujud.

Hari ini kita belajar suatu cara yang sangat teduh. Meredam api amarah dengan kasih. Hingga memadamkannya dengan pengampunan. Maka isilah selalu hati dan jiwa kita dengan kasih. Agar seluas kasih, kita mampu hadapi apapun persoalan dengan sabar. Selalu memikirkan solusi, dan tidak semakin memperkeruh situasi.

Sangat ideal memang. Tetapi ini sejatinya panggilan kita sebagai orang Kristiani. Memenangkan kasih di atas segalanya. Meski kita tahu, itu sulit. Kadang kita tak sabar. Seperti para murid. Mau segera membalas setimpal setiap perlakukan yang tak berkenan. Alaram yang bagus hari ini, mari meredam api amarah dengan kasih dan kehangatan sebagai saudara. Agar tidak memperpanjang rantai kejahatan.

Tuhan memberkati. SALVE.***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Respon (2)

  1. ” Meredam api amarah dengan KASIH hingga memadamkannya dengan pengampunan” Amin… trimakasih tuan renungannya yang sangat menyejukan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *