Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250
Ekbis  

Hari Kedua Festival Lamaholot, Wisatawan Berkunjung ke Desa Wisata Atakore dan Lusilame

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba – Hari kedua Festival Lamaholot 2026, Kamis 2 Juli 2026 para pengunjung dan wisatawan diajak mengikuti post tour ke Komunitas adat Lamaholot Atadei.

Di komunitas Lamaholot Atadei, para pengunjung dan wisatawan berwisata ke Desa wisata Atakore dan Desa wisata Lusilame, kecamatan Atadei kabupaten Lembata.

banner 325x300

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada eksplorasi budaya di Desa Wisata Atakore dan Lusilame.

Pada hari kedua Festival Lamaholot, para pengunjung dan wisatawan melakukan kunjungan ke rumah adat dan dapur alam karun di desa adat Atakore, wisatawan juga diajak mengexplore rumah adat suku dan situs budaya di kampung adat lewogolen desa Lusilame.

Wisatawan juga mengunjungi aktivitas tenun khas Lusilame, kerajinan anyam dari daun lontar dan tempurang kelapa.

“Wisatawan mancanegara disambut dengan tarian Holo Beba sebelum diajak mengunjungi dapur alam geothermal Karun Watuwawer, salah satu potensi wisata unik yang dimiliki Lembata”, ungkapnya.

“Mereka juga menyaksikan secara langsung aktivitas menenun kain tradisional, kerajinan anyaman lontar, serta menikmati beragam kuliner khas masyarakat setempat”, tandasnya.

Interaksi tersebut memberikan pengalaman autentik mengenai kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi leluhur.

Perjalanan budaya kemudian dilanjutkan ke Kampung Adat Lewogolen. Di lokasi ini, para wisatawan diperkenalkan dengan permainan rakyat Gese dan Erak, serta pertunjukan tari tradisional Dua Bolo yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya.

Selain menyaksikan pertunjukan seni, para pengunjung memperoleh pengalaman langsung hidup bersama masyarakat dan mengenal nilai-nilai budaya Lamaholot dari dekat.

Untuk diketahui, pentas seni budaya di Festival Lamaholot seperti tarian Dua Bolo dan Pole Walang dan tarian Polewalang secara khusus dihubungkan dengan kebersamaan dan harkat martabat masyarakat Lembata.

Persatuan di bawah payung budaya adalah kunci kemenangan. “Nama Lamaholot dijelaskan sebagai Lama (kampung) dan “Holot (bersambungan), mengandung makna bahwa meskipun terdapat perbedaan kultur dan budaya, tujuan bersama adalah membangun peradaban dan kampung.

Maka perlu ada upaya untuk menggali dan merevitalisasi budaya melalui tarian, nyanyian, dan bentuk lain agar dapat dipromosikan sebagai daya tarik ke mancanegara.

Festival Lamaholot juga merupakan evaluasi berkelanjutan untuk mempromosikan Kabupaten Lembata sebagai destinasi wisata budaya.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, kolaborasi dianggap esensial untuk membangun Lembata.

Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama merekatkan budaya dalam konteks Lamaholot, membangun kultur budaya yang baik demi mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan memajukan Lembata. ***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *