Aksinews.id/Idalolong — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP, bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menghadiri perayaan Minggu Palma, 28 Maret 2026, di gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Idalolong.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yeremias Rongan Rianghepat yang dalam homilinya mengangkat tema tentang dualisme tindakan manusia. Ia menyoroti bagaimana orang yang sama yang berseru “Hosana” dalam menyambut Yesus, dapat berubah menjadi pihak yang berteriak “Salibkanlah Dia”.
Dalam refleksinya, Romo Yeremias menegaskan bahwa kemunafikan kerap muncul dalam kehidupan manusia, ketika sikap yang ditampilkan di depan tidak sejalan dengan tindakan di belakang. Ia juga mengingatkan bahaya pengkhianatan tersembunyi yang diibaratkan sebagai “tikaman dari belakang”, serta mengajak umat untuk tidak mudah terbuai oleh pujian yang belum tentu tulus.
Mengambil teladan dari Yudas Iskariot, homili tersebut menekankan bahwa kedekatan fisik dengan Yesus tidak menjamin kesetiaan hati. Yudas digambarkan sebagai sosok yang santun, namun menyimpan pengkhianatan, yang dilambangkan melalui “ciuman mesra yang berubah menjadi racun”. Umat diajak untuk senantiasa waspada, tidak terpaku pada penampilan luar, serta terus membenahi diri selama masa Prapaskah menuju kebangkitan Kristus.
Selain itu, umat juga diingatkan untuk memiliki sikap terbuka terhadap kritik sebagai bentuk kepedulian, serta tidak terjebak dalam pujian berlebihan yang dapat menyesatkan. Refleksi ini menjadi ajakan untuk bertransformasi dari “manusia lama” menuju “manusia baru” yang hidup dalam pertobatan dan kasih.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat umat, meskipun kehadirannya dalam perayaan tersebut bersifat mendadak. Ia mengibaratkan kepemimpinan sebagai cahaya matahari yang menyinari tanpa membeda-bedakan, serta menekankan pentingnya menepati janji dan melayani seluruh masyarakat secara adil.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa nilai kebaikan dan kepedulian terhadap sesama menjadi hal utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi dengan pihak gereja dalam pembangunan, khususnya pada sektor ekonomi, pendidikan, dan perlindungan tenaga kerja migran. Hal ini sejalan dengan hasil pertemuan bersama para uskup se-daratan Flores dan Lembata yang menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, serta perlindungan masyarakat yang merantau.
Di bidang ekonomi, pemerintah berkomitmen mendukung masyarakat kecil yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Sementara itu, di sektor pendidikan, pemerintah memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah swasta Katolik melalui penempatan tenaga guru dan perbaikan infrastruktur.
Terkait perlindungan tenaga kerja migran, masyarakat diimbau untuk melaporkan rencana keberangkatan ke pemerintah setempat guna memastikan keamanan dan kemudahan penanganan jika terjadi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan perkembangan infrastruktur, termasuk rencana perbaikan pelabuhan feri yang mengalami kerusakan serta uji coba sandar kapal menggunakan ramp door di Pelabuhan Lewoleba setelah masa Semana Santa. Selain itu, kehadiran rute baru Kapal Lawit dan optimalisasi Tol Laut diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian serta menekan biaya logistik.
Setelah perayaan Ekaristi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian pakaian seragam sekolah oleh Dinas Pendidikan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq.
Perayaan Minggu Palma di Idalolong tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, beriman, dan berdaya. (ProkompimPemKabLembata)

























