Aksinews.id/Adonara – Kegiatan katekese yang penuh makna dilaksanakan di SMAK Santa Maria Immaculata Adonara, Sabtu (7/3/2026), dengan tema “Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan.” Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para siswa akan pentingnya saling peduli dan berbagi dalam kehidupan sosial, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga.

Para peserta diajak untuk merenungkan nilai solidaritas melalui syair lagu “Titip Rindu Buat Ayah” karya Ebiet G. Ade. Ketika lagu ini diyanyikan secara bersama-sama oleh siswa dan guru pendamping membuat suasana di ruangan katekese terasa teduh. Deraian air mata menjadi sebuah jawaban dalam hidup. Lagu ini dipilih karena sarat dengan pesan tentang kerinduan, pengorbanan, serta perjuangan orang tua demi kehidupan anak-anaknya.
Melalui refleksi atas syair lagu tersebut, para siswa diajak menyadari bahwa di balik setiap usaha dan kerja keras orang tua terdapat kasih yang besar dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi keluarga. Bagi banyak keluarga di daerah seperti Adonara, perjuangan ekonomi seringkali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, solidaritas ekonomi dipandang sebagai sikap nyata yang perlu diwujudkan, baik dalam keluarga, lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam sesi refleksi, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai bentuk-bentuk solidaritas yang dapat dilakukan secara sederhana, seperti saling membantu teman yang mengalami kesulitan, berbagi dengan sesama yang membutuhkan, serta menumbuhkan rasa empati terhadap perjuangan orang tua dan masyarakat sekitar. Kegiatan katekese ini dibawakan langsung oleh siswa kelas XI.
Salah satu peserta fasilitator dari siswa kelas XI – IIS, Oktoviana Alvinada menegaskan bahwa solidaritas bukan hanya soal memberi secara materi. “Tetapi juga tentang kehadiran, kepedulian, dan kemauan untuk berjalan bersama dengan mereka yang sedang mengalami kesulitan. Sikap solidaritas ini menjadi tanda pengharapan bahwa kehidupan bersama dapat dibangun di atas dasar kasih dan kepedulian.”
Kegiatan katekese ini berlangsung dengan suasana reflektif dan partisipatif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika mereka diminta membagikan pengalaman pribadi tentang perjuangan keluarga mereka. Banyak dari mereka mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan yang lebih dalam kepada orang tua setelah merenungkan makna lagu tersebut.
Melalui kegiatan ini, koordinator Pendidikan Agama Katolik di SMAK Santa Maria Immaculata Adonara, Elisabeth Karlin Kopong, S.Pd berharap para siswa tidak hanya memahami nilai solidaritas secara teori, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata. Dengan demikian, solidaritas ekonomi sungguh menjadi tanda pengharapan yang hidup di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa katekese menjadi salah satu upaya pendidikan iman yang relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Harapannya, generasi muda semakin peka terhadap kebutuhan sesama dan mampu menghadirkan harapan melalui sikap saling peduli dan berbagi. (Albert Wain)

















