Siswa SMAS Seminari San Dominggo (Sesado) Hokeng asal Lembata yang tergabung dalam komunitas etnis ISABATA (Ikatan Seminaris Sesado Hokeng) sukses menggelar turnamen futsal kelompok umur under 17 tahun (U-17) di lapangan futsal Christo Regi, Paroki Kristus Raja Wangatoa (PKRW). Turnamen digelar mulai Minggu, 16 Maret 2025, dan mencapai final pada Senin, 24 Maret 2025.


Lima sekolah SLTA yang mendaftarkan diri jadi peserta turnamen, yakni SMANSA Nubatukan (dua tim/A dan B), SMANSA Lebatukan, SMAS PGRI Lewoleba, SMK Sanctus Lewoleba dan SESADO Hokeng. Dua OMK (Orang Muda Katolik) juga ikut mendaftar: OMK Paroki Boto dan OMK PKRW.
Kendati hanya melibatkan delapan tim, yang dikelompokan dalam dua grup di babak penyisihan, gengsi turnamen ini bukan main-main. Maklum saja, semua tim menurunkan pemain-pemain andalannya. OMK Boto yang biasanya bertumpu pada pemain flamboyan serba bisa, Pican Wuwur, gelandang gaek Persebata Lembata di Turnamen El Tari Memorial Cup XXXIII Kota Kupang, kali ini datang dengan tim yunior yang tak kalah gacor. Begitu pula SMAS PGRI memainkan para punggawa yang sempat memperkuat Persebata Lembata U-17 di Turnamen Soeratin Cup U-17.
Ini yang jadi malapetaka bagi satu-satunya tim dari Flores daratan, SESADO Hokeng. Tanpa didampingi guru olahraganya, Tim Sesado yang satu pool dengan dua OMK dan SMK Sanctus dibikin tidak berkutik. Mereka hanya mampu bermain imbang dengan SMK Sanctus, dan keok di kaki dua OMK, Boto maupun Wangatoa. Kehadiran dua pemainnya dari Dekenat Larantuka, Rendy dan Ignas, sepertinya tidak banyak membantu.


Tim futsal Sesado tersingkir di babak penyisihan grup. Dua OMK melaju ke babak semifinal. Dan, di luar prediksi, tim futsal SMANSA Nubatukan, yang juga diperkuat pemain langganan Persebata Yunior pun berhasil ditekuk di babak penyisihan grup. Tim A ditekuk dua OMK, sementara tim B tersandung SMANSA Lebatukan dan SMAS PGRI.
Yang menarik, banyak pengamat futsal Wangatoa, yang memprediksi SMAS PGRI bakal mampu mengatasi lawan-lawannya. Namun SMANSA Lebatukan yang diperkuat sejumlah anak didik Denys Making, kapten Persebata Lembata di ETMC Kota Kupang, di Bumi Tujuh Maret FC, memperdayai SMAS PGRI. Bentrok pada partai terakhir penyisihan grup setelah kedua tim sama-sama memastikan diri lolos dari fase grup, SMAS PGRI dicukur dengan skor mencolok 8-1.
Sorot mata pun mulai beralih ke SMANSA Lebatukan. Dan, benar, SMANSA Lebatukan terus menunjukkan kelasnya. Tidak sulit bagi anak-anak SMAN Hadakewa itu menghentikan laju OMK Boto di semifinal.
Menariknya, di luar ekspektasi, SMAS PGRI yang diperkuat No Carlos justru mampu menekuk tim tangguh, juara pool A, OMK PKRW (Christo Regi FC). Kedua tim berbagi angka imbang pada waktu normal hingga dilanjutkan dengan adu pinalti. SMAS PGRI melaju ke partai Grand Final SESADO Cup 2025. Dan, OMK PKRW harus kembali bentrok dengan OMK Boto untuk merebut posisi ketiga. Syukurnya, Mathin Luther Lodan sukses melesakkan 9 (sembilan) gol ke gawang lawan sejak babak penyisihan hingga perebutan tempat ketiga, dan berhak atas anugerah sebagai top skor turnamen ini.


Mathin Luther Lodan unggul tipis satu gol dari best player Turnamen SESADO Cup 2025, Bartolomeus David Lado dari SMANSA Lebatukan.
Dan, di partai final, SMANSA Lebatukan dibikin terkejut dengan perubahan formasi yang diterapkan alenatore SMAS PGRI Lewoleba. Tim besutan Ambros Lepuen itu malah tertinggal 1-0 lebih dulu. Bahkan, di babak kedua sempat tertinggal 2-1. Namun anak-anak SMAN Hadakewa yang mampu bermain dalam beberapa formasi mampu come back, dan berhasil unggul dengan skor tipis 3-2 atas SMAS PGRI Lewoleba.
Bentrok para pemain muda berbakat ini memang tenggelam oleh euforia final El Tari Memorial Cup XXXIII di Kota Kupang. Final Sesado Cup yang digelar beberapa saat sebelum final ETMC digelar menampilkan performa tim yang sungguh-sungguh siap terjun ke laga panas. Permainan cepat dan lincah diperlihatkan kedua tim.
Ketua AFKAB Lembata, Imanuel Sumitro Sunur, SM memuji anak-anak seminaris asal Lembata yang sukses menggelar SESADO Cup. Dia berharap turnamen SESADO CUP bisa dilakukan setiap tahun. Ya, “Semoga Sesado Cup ini bisa dilakukan lagi di tahun-tahun mendatang, saat liburan sekolah bulan Juni-Juli,” ujar alumnus SESADO Hokeng ini.
Dikatakan, turnamen SESADO Cup ini tidak hanya untuk kepentingan promosi sekolah, tapi juga bermanfaat bagi kemajuan futsal di Kabupaten Lembata. “Untuk itu, saya patut mengucapkan terima kasih kepada adik-adik seminaris asal Lembata,” tuturnya.
Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD. Kristoforus Kristo Soge, mewakili RD Benn Koban, pamong SESADO Hokeng, menyatakan, Paroki Wangatoa sangat terbuka kepada semua pihak yang hendak menggunakan fasilitas lapangan futsal Christo Regi untuk menyelenggarakan turnamen. “Tinggal dikomunikasikan agar tidak tabrakan dengan kegiatan paroki,” ujarnya, seolah memberi signal dukungan kepada Isabata (Ikatan Seminaris SESADO Hokeng asal Lembata).
Ketua Panitia Turnamen Futsal SESADO CUP 2025, Juan Bastiano Puan Wahon menyampaikan terima kasih kepada para pemain, pelatih dan official peserta turnamen. Juga, kepada pastor Paroki Wangatoa dan OMK PKRW yang membantu kerja-kerja panitia
Tak lupa pula ia menyampaikan terima kasih kepada para donator dan sponsor turnamen SESADO CUP 2025. Setidaknya, tiga sponsor yang ucapannya terpampang pada spanduk ‘selamat bertanding’ yang dipajang di pagar lapangan futsal, yakni dari ketua OSIS SESADO Tahun 1986 Benny Wahon,S.Sos, MM., Ketua Seksi Konsumsi SESADO Hokeng tahun 1992/1993, Paskalis Ola Tapobali, dan alumnus SESADO tahun 1993, Alexander Take Ofong, S.Fil. “Dukungan para sponsor ini sangat membantu panitia dalam menyelenggarakan turnamen ini,” ujar Juan, siswa kelas XI SMAS SESADO Hokeng.
Panitia menghadiahkan para juara dengan trophy dan uang pembinaan, sedangkan best player dan top skor diberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Begitulah Turnamen SESADO CUP 2025 diakhiri dengan aman dan sukses. Akankah digelar lagi pada tahun 2026 mendatang? Kita tunggu saja, pengurus ISABATA tahun depan. Bravo SESADO Hokeng, yang mungkin saja tidak lagi berada di Hokeng.
Tapi, satu hal yang pasti, SMANSA Lebatukan sudah menunjukkan kelasnya, sebagai satu-satunya sekolah dari luar Kota Lewoleba, yang berhasil menjuarai turnamen yang digelar para siswa dari kabupaten tetangga, Flores Timur. Profisiat. (AN-01)