Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Menjadi Garam dan Terang Dalam Suri Teladan

banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERIN

Selasa, 07 Juni 2022

2Kor.1:18-22 ; Mat.5:13-16

banner 325x300

Pekan Biasa X

“Kalian ini garam dunia, kalian ini cahaya dunia” (Mat.5:13,14)

Satu hal penting dalam hidup adalah suri teladan. Hal baik, etis dan terpuji, yang tampak dalam sikap dan tutur yang dilihat dan ditiru.

Dalam bahasa Yesus hari ini, suri teladan yang baik itu ibarat menjadi garam dan terang. Sejatinya garam memberi rasa. Mengenakan makanan. Dan, cahaya memberi terang. Menuntun langkah dalam gelap. Yesus menginginkan kita murid-Nya menjadi garam dan terang. Agar di mana saja kita hadir dan terlibat, kita bawa hal positip yang berpengaruh baik. Hadirkan kasih, solidaritas, keharmonisan, kehangatan persaudaraan, tutur kata yang menyejukkan, dalam keluarga, hidup menggereja dan bermasyarakat.

Jadi garam dan terang, berarti menjadi pribadi yang diharapkan dan diandalkan. Kehadiran kita dinanti. Peran kita dibutuhkan. Karena kesetiaan, pengorbanan, dedikasih dan komitmen kita pada kebaikan bersama. Hadir memberi solusi, bukan mempersulit keadaan. Hadir tumbuhkan harapan, besarkan optimime, bukan membunuhnya.

Maka hendaknya kita jaga, agar garam dan cahaya kehidupan kita tak boleh tawar. Tak boleh redup. Jika mulai tawar dan redup, itu pratanda bahwa hidup iman kita mulai melemah. Kehadiran dan peran kita mulai berkurang, bahkan tidak berfaedah.

Dedikasih kita mulai digerogoti hitungan untung-rugi. Peran keteladanan kita mulai dipertanyakan. Mulai tak sesuai antara tutur dan laku. Kita bahkan bisa berubah jadi racun. Membunuh sekian harapan yang tumbuh dan dibangun bersama.

Situasi saat ini selalu menatang. Tetapi tetaplah jadi garam dan terang, dalam memainkan peran kesaksian iman di depan orang dan di tengah dunia. Bukan berarti memamerkan kesalehan diri. Atau menyombongkan kebaikan kita supaya mendapat pujian dan sanjungan. Tidak!

Ingat, kebaikan apapun yang dilakukan bukan demi diri. Melainkan demi sesama. Dan, teristimewa demi memuliakan Nama Allah. Ketika orang melihat kebaikanmu, hati mereka bersukacita dan mereka “memulikan Bapamu di surga”.

Tuhan memberkati. SALVE. ***

banner 325x300

Respon (7)

  1. Amin Romo🙏
    Semoga kamipun boleh menjadi Garam
    Dan Cahaya tuk sesama kami.
    Terimakasih Romo.
    Selamat pagi🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *