Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Mengampuni Menyembuhkan Luka Kehidupan

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERINS

“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni? Sampai tujuh kali? Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat.18:22)

Selasa, 22 Maret 2022

banner 325x300

Dan.3:25.34-45; Mat.18:21-35

Papaskah III

Ada hutang dan luka meliliti hati dan jiwa kita. Kita berhutang budi, berhutang kasih, berhutang kebaikan, dan berutang dosa kepada sesama dan Tuhan. Juga, terluka karena tikaman amarah dan dendam.

Namun kita syukuri, karena belas kasihNya. Allah tak menghitung berapa hutang dosa kita. Ia tabib Ilahi, yang senantiasa mengampuni dan menyembuhkan kita tanpa batasnya.

Maka tak perlu bertanya, “Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat salah? Tujuh kali?” Cukuplah mengingat jawaban Yesus ini, “Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali”.

Artinya, kita harus mengampuni dengan tulus hati tanpa batas. Tanpa menghitung sudah berapa kali melakukannya. Karena mengampuni adalah cara kita mencintai dan menyembuhkan luka kehidupan.

Tetapi kita sadari, kerap kita justru menghitung sudah sekian kali mengampuni dan kita merasa sudah cukup. Hanya karena kasih kita memang terbatas. Kita kurang sabar dan cenderung membalas setimpal apa yang diperbuat kepada kita. Agar hati lega karena dendam terbalaskan.

Namun, akan halnya kita sering berulah dan berlaku jahat, sering melukai dan mengecewakan. Maka hendaknya kita saling menyembuhkan luka kehidupan dengan tak henti pula memberi maaf dan pengampunan. “Tidak hanya tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.”

Paus Fransiskus mengingatkan kita akan tiga kata sederhana namun membahagiakan dan menyembuhkan bila selalu terucap dan dilakukan. Yakni, terima kasih, tolong dan maaf.

Ucapkan terima kasih untuk hal yang sederhana, agar orang merasa dihargai.

Katakan tolong, di setiap permintaan atau suruhan kita, agar sesama merasa dirinya dihargai sebagai saudara dan tidak diperhamba.

Mintalah maaf karena sadar kita sama-sama rapuh. Dan, berilah maaf agar kita boleh saling menyembuhkan luka kehidupan kita. Tuhan memberkati. SALVE.***

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *