Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Komitmen Cinta Hingga Berujung Derita

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERIN

“Coba kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia pulang” (Keb.2:17)

Jumad, 1 April 2022

banner 325x300

Keb.2:1a.12-22 ; Yoh.7:1-2.10.25-30

Prapaska IV

Niatan orang fasik selalu jahat. Begitu tulis Kitab Kebijaksanaan. Terus menantang, menguji hingga mengancam orang baik dan benar. Mengapa ?

Karena kehadiran dan sikap yang berbeda. Bahkan bernada korektif, membuat mereka terusik, merasa ditentang bahkan dipersalahkan.

Nasib serupa dialami Yesus. Dimusuhi para pemimpin agama Yahudi yang selalu mencari cela salah Yesus agar bisa dijerat, bersalah secara hukum dan dihukum mati.

Meski resiko besar ada di depan mata, Yesus tetap konsisten membenarkan pengakuannya sebagai anak Allah. Bahwa Ia datang diutus Bapa, dan akan setia menjalankan kehendak Bapa. Meski harus menjalani derita salib demi terpenuhi karya keselamatan Allah.

Itulah komitmen cinta Tuhan, hingga berujung derita dan kematian.

Perseteruan yang baik dan jahat selalu terjadi. Tetapi kita, menangkanlah kebaikan. Sebab itu adalah panggilan hidup Kristiani kita.

Orang fasik selalu mencari cela untuk mematikan langkah. Tetapi orang baik selalu merindu menemukan kemungkinan untuk terus maju dan bertumbuh.

Takut resiko membuat banyak orang tak bertahan. Akhirnya diam, bahkan ada yang  mau dibayar demi mengubah arah.

Jika sikap kita demikian, maka kita telah kehilangan panggilan profetis di tengah tata dunia. Maka mesti ada keberanian pula untuk mengevaluasi diri.

Saat ini, kita tengah merenung penderitaan Tuhan. Itulah resiko terberat dari orang yang tetap tegak berdiri demi kebenaran. Maka tetaplah berjalan di belakang Tuhan sebagai seorang murid.

Rela memikul apapun penderitan, demi kebaikan bersama, demi komitmen yang sedang dan akan terus kita perjuangkan, terlebih demi suatu perubahan. Tuhan memberkati. SALVE. ***

banner 325x300

Respon (4)

  1. Selamat Pagi dan Selamat Berkarya Romo.
    Semoga Bersama kita belajar memberi cinta dengan Iklas
    dan dengan iklas memanggul salib kita demi derita cinta.
    Terima Kasih Romo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *