Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Jadilah Tabib Bagi yang Terluka

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60

Kamis, 21 September 2023

Ef.4:1-7.11-13 ; Mat.9:9-13

banner 325x300

Pesta St. Matius Rasul

RD Wens Herin

“Bukan orang sehat merlukan tabib, melainkan orang sakit”

(Mat.9:12)

Pemungut cukai dianggap najis dan berdosa, karena berkorporasi dengan penjajah Romawi. Ia tak beda dengan seorang pembunuh, perampok dan pelacur.

Namun Yesus memilih Mateus, pemungut cukai, seorang berdosa, menjadi murid-Nya. Ibarat menempa lumpur jadi guci berharga. Karena Ia melihat, Mateus masih memiliki sisi baik yang bisa diubah dan dibaharui.

Orang Farisi menolak Mateus dan rekan-rekanya, karena kerja kotor mereka. Namun Yesus menerima mereka menjadi saudara. Ia mengajarkan prinsip, boleh benci dosanya, namun rangkul orangnya. Singkirkan aib dan kerapuhannya, namun terima dan ubah orangnya.

Yesus menegaskan misi kasihnya, menjadi tabib, untuk menyembukan dan mengubah hidup “orang sakit”, orang berdosa. Mateus gembira kerena diterima dan diampuni. Ia lalu bertobat dan dipercaya menjadi rasul dan akhirnya menjadi penulis Injil.

Kita juga adalah “orang sakit”, yang sering terbelenggu salah dan dosa. Merasa terhukum karena diam-diam dijauhi, dianggap tidak pantas jadi sahabat karena kesalahan tertentu. Namun kita yakin, Tuhan Tabib Ilahi, senantiasa merangkul, menjadi saudara dan memulihkan kita.

Di terima, dimaafkan, diampuni, bukan supaya tetap nyaman dalam kesalahan dan dosa, melainkan supaya ada ruang bertobat, dan ada nazar mengubah hidup. Jadilah tabib bagi yang terluka, dengan berpikir positip, menghargai sisi baik saudara yang bisa diandalkan. Meski patut menolak perbuatan yang tak berkenan, namun tak boleh menolak orangnya, karena belas kasih.

Tuhan memberkati. SALVE. ***

RD Wens Herin

banner 325x300

Respon (2)

  1. Akan hal ini mengingatkan kita untuk bersikap rendah hati dan mengakui bahwa kita tidak dapat menyembuhkan diri sendiri secara sempurna. Hanyalah Tuhan yg memiliki kekuatan untuk menyembuhkan kita dari dosa dan kelemahan kita serta mengajarkan kita untuk mencari Tuhan, merendahkan hati kita di hadapan-Nya, dan mengakui kebutuhan kita akan kesembuhan rohani dan jasmani yang hanya dapat diperoleh dari-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *