
Kamis, 07 Juli 2022
Kej.44:18:-21.23-29;45:1-5 ; Mat.10:7-13
Pekan Biasa XIV
“Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma (Mat.10:8)
Tentang “menerima dan memberi dengan cuma-cuma”, saya ingat sebuah ungkapan, “tidak ada makan malam gratis”. Segala sesuatu ada kalkulasi untung-ruginya. Akibatnya orang mulai enggan memberi dan berbagi dengan suka rela.
Mulai menguat prinsip “Do ut des”, saya memberi supaya bisa menerima. Memberi dengan perhitungan mendapat balasannya. Tak heran orang akan merasa rugi dan menyesal, telah berkorban tanpa mendapat imbalan.
Untuk melawan kecenderungan ini, sejak awal Yesus menanam prinsip ini kepada para murid dan kita, “kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma”.
Petuah ini meyakinkan kita, bahwa tidak rugi berkorban, memberi diri dan berbagi. Karena setiap perbuatan baik yang dilakukan sepenuh hati, akan mendatangkan berkat bagi kehidupan.
Jangan pula bawa apa-apa. Syarat yang aneh dan sulit. Tetapi sejatinya menunjukkan fokus dan andalan hidup. Kita menaruh harapan dan mengandalankan Tuhan yang memberi perutusan. Bukan pada materi. Maka tak boleh cemas jika mengalami kekurangan atau penolakan. Yakin, bahwa Tuhan setia menyertai, meneguhkan dan mengatasi kekurangan serta keterbatasan mereka.
Ujungnya kita sadari, bahwa hidup adalah anugerah. Semua yang kita punya, adalah pemberian cuma-cuma dari Allah. Maka sebagai ungkapan syukur, kita mesti mendedikasihkan dan mempersembahkannya bagi Tuhan dan sesama dengan cuma-cuma dan suka rela pula.
Rela memberi diri, waktu, cinta, perhatian dan tenaga demi kebahagiaan bersama. Tak perlu menghitung untung-ruginya. Tetapi hitunglah sebagai berkat bagi diri dan sesama.
Tuhan memberkati. SALVE. ***























Makasih Romo.. salam pagi
Amin🙏🏽😇