Aksinews.id/Lewoleba – Awal tahun 2026 menjadi momentum yang berbeda bagi masyarakat Lembata. Di tengah rutinitas kerja dan dinamika birokrasi, sebuah ajang sederhana namun penuh makna hadir sebagai ruang rehat sekaligus hiburan rakyat yakni Fun Futsal Antarinstansi/BUMN/BUMD 2026.
Turnamen yang digagas Komunitas Family Futsal Lembata ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan perayaan kebersamaan yang berakhir meriah dan menggugah antusiasme publik.
Sejak peluit pembukaan hingga laga grand final, atmosfer sportivitas terasa kental. Ketua Panitia, Charlos Manuk, menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata berburu gelar juara, melainkan menjadi ajang membangun kompetisi sehat dan menjunjung tinggi nilai fair play. Sebab melalui fun futsal antarinstansi lahirlah para juara sejati.
Hal senada disampaikan Sekretaris Panitia, Lasdy Langoday. Meski berlabel fun futsal, penyelenggaraan dilakukan dengan serius dan profesional. Regulasi pertandingan disusun rapi, wasit yang memimpin laga pun merupakan wasit berlisensi. “Kami ingin ajang ini berjalan baik, berakhir baik, dan dikenang dengan baik,” katanya.
Turnamen yang berlangsung sejak 1 hingga 17 Februari 2026 ini diikuti oleh 29 tim dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan swasta di lingkup kabupaten Lembata.
Pertandingan dilaksanakan setiap malam, mulai pukul 18.00 hingga 21.30 WITA, bertempat di lapangan futsal SMP Katolik St. Pius X Lewoleba. Semua pertandingan dipimpin wasit berlisensi dari Asosiasi Futsal Kabupaten Lembata, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya turnamen.
Koordinator Kegiatan, Jacki Namang, menilai ajang ini sebagai wujud cinta terhadap futsal sekaligus sarana melepas lelah bagi para pegawai kantoran. “Lebih dari itu, futsal menjadi jembatan untuk mempererat relasi antarOPD di Kabupaten Lembata,” ungkapnya.
Dari persaingan yang hangat namun bersahabat, Praja Wibawa Futsal (Satpol PP) keluar sebagai juara pertama. Posisi runner-up diraih Disdik Comeback (Dinas Pendidikan), disusul Lapas Futsal B (Lapas Lembata) di peringkat ketiga dan PS Tani (Dinas Pertanian) di posisi keempat.
Penghargaan individu pun menambah warna turnamen. Best Player diraih Sando Domaking, Best Goal Keeper oleh Moat, Top Scorer oleh Sujali Anu Dato, serta Best Supporter untuk pendukung fanatik Bhakti Husada Lembata.
Pada seremoni penutupan, para juara menerima trofi, uang pembinaan, medali, dan sertifikat penghargaan. Kehadiran Ketua AFKAB Lembata, Sekretaris ASKAB Lembata, serta perwakilan Disporabud menegaskan bahwa futsal kini semakin mendapat tempat sebagai olahraga pemersatu di daerah ini.
Di balik sukses acara, Komunitas Family Futsal Lembata yang berdiri sejak 2025 terus meneguhkan komitmennya. Ketua komunitas, Micky Diaz, mengatakan ingin memberi dampak nyata bagi futsal Lembata. “Ke depan, event yang lebih seru dan meriah akan segera hadir,” ujarnya.
Fun Futsal Antarinstansi 2026 pun menorehkan pesan sederhana namun kuat bahwa olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah, melainkan tentang kebersamaan, kesehatan, dan harapan akan Lembata yang semakin solid di dalam maupun di luar lapangan. (Albert)

























