Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Uang Bisa Menjelma Jadi Tuan yang Jahat

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERIIN

“Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus” (Mat. 26:16)

Rabu, 13 April 2022

Yes.50:4-9a;Mat.26:14-25

banner 325x300

Pekan Suci

Tentang uang, saya teringat ungkapan ini, “Uang itu hamba yang baik, tetapi juga tuan yang jahat”. Cukup uang tentu menjamin dan mensejahterakan kehidupan. Tetapi uang bisa menjadi pelicin sebuah rencana jahat. Bahkan membungkam keadilan dan kebenaran.

Hal demikian yang dialami Yudas. Uang telah jadi tuan yang jahat baginya. Mengubah dia jadi pecundang. Karena tiga puluh keping perak, ia rela menggadai dan menyerahkan Gurunya kepada musuh-musuhnya.

Uang, telah membutakan nurani Yudas. Tidak lagi mengakui Yesus sebagai Guru yang mesti dijaga dan dihormati. Malah dengan sebuah ciuman pengkhianatan, telah dimulai lembar penderitaan Gurunya hingga kepatianNya di Kayu Salib.

Dari kisah ini kita diingatkan, bahwa :

Tanpa uang hidup akan merana. Tetapi bergelimangan uangpun, hidup bisa hancur berantakan. Benarlah uangkapan ini, “Apabila didewakan, maka uang akan mengganggu seperti setan”.

Uang penting untuk menopang kehidupan kita, tetapi tak boleh menjadi segalanya, sampai membutakan nurani dan menghancurkan kehidupan kita.

Uang adalah tanda berkat dari Tuhan. Maka pakailah pula sebagai berkat dalam kehidupan bersama.

Sisihkan dan berbagilah dengan sesama sebagai berkat dan solidaritas. Dermakan kepada Tuhan sebagai tanda syukur dan terima kasih.

Hidup lebih berharga dari materi atau uang sejumlah berapapun. Maka tidak boleh mengorbankan diri atau mengadai nyawa siapapun, hanya karena uang. Mari berbenah!

Tuhan memberkati kita. SALVE. ***

banner 325x300

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *