Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Hidup adalah Persembahan

Ilustrasi.
banner 120x600
banner 468x60

Kamis, 02 Februari 2023

Mal.3:1-4; Ibr. 2:14-18;Luk.2:22-32

banner 325x300

Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah

RD WENS HERIN

“Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan”

(Luk. 2:22)

Sebagai orang tua yang taat hidup beragama, ketika genap waktunya Maria dan Yusuf datang ke bait Allah mempersembahkan Yesus buah hati mereka kepada Allah. Hal ini sesuai amanat hukum taurat, bahwa setiap anak sulung hendaknya dipersembahkan bagi Allah.

Mempersembahkan berarti memberi dia bagi Allah, dan menerima apapun yang akan  terjadi atas diri Yesus, sesuai kehendak Allah. Meski “sebilah pedang akan menikam jiwa mereka”. Sebab persembahan diri Yesus dalam sukacita di Bait Allah akan jadi sempurna dalam persembahan duka maha kudus di kayu salib.

Pesta hari ini memberika pesan :

Pertama, anak adalah anugerah dan milik Allah. Orang tua hanyalah tempat Allah menitipkan anugerah ini. Maka setiap orang tua hendaknya setia mengasihi, memenuhi kesejahteraan mereka, memberi mereka teladan iman, membawa mereka selalu dekat Tuhan, dan mendoakan berkat terbaik bagi mereka sesuai kehendak Tuhan. Anak tak boleh ditelantarkan dengan alasan sebaik apapun.

Kedua, hidup adalah persembahan. Hidup kita, dan semua yang kita miliki, adalah anugerah Allah. Maka kita patut mempersembahkan diri, waktu dan tenaga, serta segala hasil karya kita dan suka duka kita kepada Tuhan sebagai ucapan syukur. Hidup tanpa syukur, adalah hidup yang egois, hidup tanpa cinta, hidup tanpa kerendahan hati.

Ketiga, setia menantikan Tuhan. Simeon dan Hana, setia menanti sampai mata melihat Juru Selamat. Inilah teladan, agar kita juga setia dan sabar menanti berkat terbaik, menanti jawaban do-doa kita, menanti tangan Tuhan menolong dalam setiap kesulitan. Tidak boleh goyah iman atau menduakan Tuhan. Apalagi menggadai keyakinan kita. Katakan dengan teguh, bahwa Tuhan adalah segalanya bagi kita.

Merindulah berjumpa Tuhan seperti ucapan St. Agustinus dalam gelora rindu sucinya, “jiwaku haus akan Tuhan, sebelum beristirahat bersama dia”.

Tuhan memberkati kita. SALVE. ***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *