Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Dua Tim Nubatukan Sabet Juara I Festival Girls Football Tingkat Kabupaten

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba – Tim-tim mini soccer Perempuan dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kota Lewoleba masih terlampau tangguh bagi sekolah dari luar kota. SMAN I (SMANSA) Nubatukan dan SMKN I Nubatukan berhasil menyabet gelar juara I pada Festival Girls Football antar SLTA Tingkat Kabupaten Lembata.

Festival yang digelar Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata mulai digelar pada Rabu (29/4/2026) dan berakhir pada partai final Senin (4/5/2026). Hari Jumat dan Sabtu (1-2/5/2026) tidak digelar pertandingan.

banner 325x300

Tercatat 17 SLTA yang mengikuti Festival Mini Soccer ini. Yakni, SMKN 1 ILE APE, SMAN 1 ILE APE TIMUR, SMAN 1 BUYASURI, SMK MUHAMADYAH, SMKN 1 LEWOLEBA, SMAS FRATERAN DON BOSCO, SMAN I ILE APE, SMAS PGRI LEWOLEBA, SMA KEBERBAKATAN SAN BERNADINO, SMK KAWULA KARYA, SMAN 2 NUBATUKAN, SMAK ST. YAKOBUS, SMAS ANUGERAH KASIH, SMKN 1 BUYASURI, SMAN 1 NUBATUKAN, SMAN 1 LEBATUKAN, dan SMAN 1 BALAURING.

Pertandingan dengan sistem gugur (knok out) itu dipusatkan di Lapangan Sepakbola Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan. Ukuran lapangan dibikin lebih kecil dari lapangan sepakbola, yakni berukuran 30 X 60 meter, dengan ukuran lebar gawang 5 meter. Jumlah pemain setiap tim yang turun berlaga sebanyak 9 orang.

Digunakan dua lapangan mini soccer. Lapangan 1 melibatkan 8 tim. Sedangkan lapangan 2 menyertakan 9 tim. Hingga babak semifinal,  lapangan 1 menyisakan empat : SMKN 1 Ile Ape, SMAN 1 Buyasuri, SMKN I Nubatukan dan SMAS PGRI Lewoleba. Sedangkan, yang tersisa di lapangan 2: Sekolah Keberbakatan San Bernadino, SMAN 1 Nubatukan, SMAN 2 Nubatukan dan SMAS Anugerah  Kasih.

Pada partai semifinal lapangan 1, SMKN 1 Ile Ape berhasil melumat SMANSA Buyasuri dengan skor telak 4-1. Dan, pada partai kedua, SMKN I Nubatukan berhasil menyingkirkan SMAS PGRI Lewoleba dengan skor 3-1.

Hasil pertandingan semifinal lapangan 2, Sekolah Keberbakatan San Bernadino berhasil menggulung SMANDU Nubatukan melalui drama adu pinalti setelah kedua Tim bermain imbang di waktu normal, 2 X 15 menit. San Bernadino berhak melaju ke babak grand final setelah unggul 5-4 dalam drama adu pinalti.

Pada partai kedua, SMANSA Nubatukan menang mudah 2-0 atas SMAS Anugerah Kasih.

Perebutan tempat ketiga digelar serentak pada Senin (4/5/2026). Lapangan 1, tim putri SMAS PGRI menang mudah 2-0 atas SMANSA Buyasuri. Dua gol SMAS PGRI berhasil disarangkan oleh Enci (3) dan Nona Eluama (6). Tim SMAS PGRI tampaknya lebih menguasai jalannya pertandingan, hanya penyelesaian akhir yang kurang baik sehingga cuma mengoleksi dua gol. Beberapa peluang emas yang diraih Nona Eluama tidak mampu dikonversi menjadi gol.

Tempat ketiga lapangan 2 berhasil direngkuh SMANDU Nubatukan melalui drama adu pinalti. Sebetulnya, SMANDU sudah unggul dalam pertandingan waktu normal. Namun beberapa detik menjelang akhir laga, SMAS Anugerah Kasih berhasil merobek gawang SMANDU Nubatukan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti. Dan, SMANDU mengukuhkan diri di tempat ketiga lapangan 2.

Partai final lapangan 1 dan 2 digelar bersamaan. Di lapangan 1 yang mempertemukan SMKN Ile Ape VS SMKN Nubatukan, berlangsung dalam tempo sedang. Kedua tim saling serang. Namun SMKN Nubatukan lebih beruntung dan berhasil unggul 1-0 sebelum turun minum. SMKN Nubatukan bahkan berhasil merobek gawang SMKN Ile Ape kedua kalinya pad babak kedua. SMKN Ile Ape berusaha menyamakan kedudukan, dengan meningkatkan intensitas serangan memanfaatkan sang top skor Etrin. Sayangnya, Etrin hanya menambah 1 biji pundi-pundi golnya menjadi 7 gol sepanjang festival mini soccer ini, sekaligus mengukuhkan diri sebagai top skor.

Pertandingan berkelas justru terjadi di lapangan 2 antara Sekolah Keberbakatan San Bernadino versus SMAN 1 Nubatukan. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan yang menawan, dengan berbalas serang. Tampak, San Bernadino lebih sedikit unggul dalam penguasaan bola. Bahkan, di babak pertama, mereka dua kali berhasil merobek gawang SMANSA Nubatukan. Kedua gol tersebut dianulir karena hakim garis lebih dulu mengangkat bendera gegara pemainnya terjebak offside.

Pertahanan SMANSA Nubatukan yang dikoordinir Wanda tampak apik mengontrol lini belakang. Sehingga sekalipun digempur bertubi-tubi, jala SMANSA Nubatukan mampu diamankan. Skor kaca mata, 0-0 bertahan sampai turun minum.

Petaka terjadi di paruh babak kedua.  Setelah gol San Bernadino kembali dianulir wasit karena pemainnya lebih dulu terjebak offside, SMANSA Nubatukan berhasil memanfaatkan kemelut di mulut gawang San Bernadino. Kedudukan berubah menjadi 1 – 0. Skor  ini berhasil diamankan anak-anak SMANSA Nubatukan sampai peluit panjang berakhirnya pertandingan dibunyikan. (AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *