Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Bupati Lembata: Festival Lamaholot tidak Sekedar Panggung Hiburan, tapi Penggerak Roda Ekonomi

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba – Pelaksanaan Festival Lamaholot tahun 2026 bukan sekadar berkumpul, melainkan momentum untuk kembali menyatu dalam akar sejarah dan jati diri bangsa.

Festival Lamaholot juga untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur budaya dan tradisi di antaranya persaudaraan, kekerabatan dan bahu membahu dalam membangun daerah dan bangsa.

banner 325x300

Hal itu disampaikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dalam membuka Festival Lamaholot Tahun 2026 di Pantai Wulen Luo, Rabu 1 Juli 2026.

“Atas izin-Nya, kita hadir untuk merayakan kehidupan yang ditenun oleh leluhur kita dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan”, ungkap Bupati Lembata.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bahu-membahu mempersiapkan kegiatan ini.

Disampaikan Festival Lamaholot 2026 kini telah diakui secara nasional sebagai salah satu dari 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Ini membuktikan bahwa pesona budaya Lamaholot layak dinikmati oleh dunia.

Menurutnya, budaya Lamaholot bukan hanya tentang ritual, tetapi adalah napas kehidupan. Ia hidup di Lembata, Adonara, Solor, Flores Timur, dan Alor. Ia terpatri dalam bahasa, terjalin dalam tenun, dan terjaga dalam ritual.

Tema yang di angkat tahun ini, “Tue Taan Ago Lewo, Tane Taan Towe Tana” dengan makna “Menenun Kehidupan”, memiliki makna yang sangat dalam dan filosofis. “Sebagaimana sebuah kain tenun yang indah tidak mungkin terbentuk hanya dari satu benang, demikian juga kemajuan daerah tidak akan terwujud tanpa persatuan dan dukungan seluruh komponen yang ada di daerah.

Menurut Bupati Kanis, benang yang terpisah sudah pasti lemah, namun bila ditenun menjadi kain, ia menjadi kuat, berharga, dan tak mudah putus.

Demikian juga dalam membangun daerah, jika dilakukan sendiri-sendiri sudah tentu akan berat. Tetapi apabila dikakukan secara bersama-sama, maka kita akan mudah untuk bergerak maju menggapai cita-cita pembangunan, yakni kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karena itu, festival Lamaholot ini hadir bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi sebagai wadah pemersatu dan penggerak roda ekonomi. Kita ingin membangun daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap berakal budi”, harapnya.

Ia berharap festival Lamaholot dapat menjadikan daerah ini berdaya saing tinggi, namun tetap menjaga akar adat.

Dan yang paling utama, kita ingin daerah yang tetap lestari di mana alam kita terjaga, budaya kita terawat, dan generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan yang kita rasakan hari ini.

Menurut Bupati Lembata, kearifan lokal Lamaholot sejak dulu mengajarkan kita untuk mencintai alam, menghormati laut, dan menyayangi sesama.

Di tengah derasnya arus modernisasi, jangan sampai kita maju secara teknologi, namun kehilangan identitas: jangan sampai kita kaya secara materi, namun miskin akan budaya.

“Kepada generasi muda saya titipkan pesan ini, meneruskan budaya bukan berarti hidup di masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur itu untuk menerangi masa depan. Jadilah generasi yang pandai menenun mimpi, namun tetap teguh berpijak pada tanah leluhur”, kata Bupati Lembata. Kepada para pengunjung, wisatawan serta tamu undangan, Bupati Kanis Tuaq memberikan apresiasi dan menyampaikan selamat menikmati kehangatan di festival Lamaholot. Bawalah pulang kenangan indah dan tinggalkanlah jejak kesan yang baik. (*/AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *