Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Mengapa Engkau Menangis?

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60

Selasa, 11 April 2023

Kis.2:36-41;Yoh.20:11-18

banner 325x300

Oktaf Paskah

RD WENS HERIN

“Ibu, mengapa engkau menangis?”

(Yoh.20:13)

Maria Magdalena sedang menangis di kubur Yesus. Masih sedih karena kematian Yesus. Kini makin kalut karena jenasah Yesus tak di kubur. Siapa yang mencuriNya? Tanyanya dalam hati. Tiba-tiba ada suara menyapa, “Ibu, mengapa engkau menangis?” “Siapa yang kamu cari?” Sangkanya itu penjaga taman. Maria belum bisa mengenal Tuhan yang menyapa dan meneguhkan dirinya. Karena ia masih berpikir tentang Tuhan yang sudah mati.

Baru ketika Tuhan menyapa namanya, Maria, barulah ia mengenal itu Sang Guru. Dia telah hidup kembali. Dengan sukacita Ia kembali dan berceritra kepada para rasul, pengalaman perjumpaannya dengan Tuhan yang hidup.

Maria itu sosok orang yang mencari Tuhan dengan penuh cinta. Dan ia menemukan penghiburan dalam Tuhan. Pergi ke kubur merupakan sebuah ajakan bagi kita, agar selalu mencari Tuhan. Entah saat sedih atau gembira. Kita yakin, Tuhan mendengar rintihan hati kita. Tuhan melihat air mata di setiap doa yang kita panjatkan penuh harapan. Tuhan menyapa kita dengan nama kita, dan berkenan menghapus kesedihan dan air mata kita.

Lihatlah, di sekitar kita banyak orang  sedang menagis didera rupa-rupa beban kehidupan. Kadang merintih dalam diam, menutup kepedihan dalam cinta yang terluka. Dan, kita mesti peka melihat dan merasakan, hingga bisa bertanya, mengapa kamu menangis? Mengapa kamu bersedih? Mengapa kamu mengalah? Mengapa kamu diam? Mengapa kamu begitu sabar?

Bertanyalah, tidak sekedar untuk tahu alasan mengapa air mata menetes, tetapi agar kita bisa menjadi bagian dari pergumulan mereka. Saling memahami, saling meneguhkan, saling mendoakan dan membantu sejauh bisa.

Tuhan memberkati kita. SALVE.***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Respon (1)

  1. “Selalu mencari Tuhan di saat sedih atau gembira karena kita yakin Tuhan mendengar rintihan dan doa kita” Amin… trimakasih tuan renungan hari ini. Selamat PASKAH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *