Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Tulus, Jangan Lain di Bibir Lain di Hati

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60

Senin, 03 April 2023

Yes.42:1-7 ; Yoh.12:1-11

banner 325x300

Pekan Suci

RD WENS HERIN

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus Dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

(Yoh.13:5)

Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, sebagai uangkapan penghormatan kepada Tuhan. Ia lalu menyekanya dengan rambutnya, mahkota kecantikan seorang wanita, sebagai tanda kasih tak berhingga kepada Tuhan. 

Tetapi Yudas merasa rugi. Itu boros! Ia sepertinya meremehkan rasa hormat Maria kepada Tuhan. Mengapa sesuatu yang mahal, tidak diperuntukan untuk hal yang lebih berguna. Mengapa tidak dijual tiga ratus Dinar  dan uangnya disedekahkan kepada orang miskin?

Pikiran yang bernas dan sangat karitatif. Tetapi apakah benar mulia tujuannya? Yudas, bendahara yang sering culas. Sering menyelewengkan uang yang disimpan dalam kas. Jika minyak itu dijual, uangnya diberikan kepada Yesus, lalu disimpan di kas, ia bisa mencurinya untuk kepentingannya sendiri.

Kisah yang sangat inspiratif. Mengingatkan kita agar berpikir dan berdedikasih  dengan tulus. Janganlah memanipulasi apapun demi ego diri. Mesti jujur, jangan lain di bibir lain di hati, seperti Yudas. Omongnya solidaritas, ujungnya saku sendiri.

Ingat, jangan pula menghitung atau merasa rugi mempersembahkan  apapun sebagai ungkapan syukur  dan hormat kepada Tuhan. Entah derma atau pemberian diri. Karena Tuhan telah memberikan segalanya dengan cuma-cuma, terlebih pemberian diriNya di kayu salib.

Kita tak bisa menghitungnya, selain merendah dan mengucap syukur. 

Tuhan memberkati. SALVE. ***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *