Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Yang Berbahagia Adalah yang Mendengar dan Melakukan Sabda

banner 120x600
banner 468x60

Sabtu, 08 Oktober 2022

Gal.3:22-29 ; Luk.11:27-29

banner 325x300

Pekan Biasa XXVII

RD WENS HERIN

“Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan melahirkan Engkau”

(Luk.11:27)

Rasa takjub pada sosok Yesus, sontak membuat orang banyak memuji ibunya. “Berbahagialah Ibu yang mengandung dan melahirkan Engkau”. Sungguh rahimnya terberkati sehingga telah mengandung dan melahirkan Yesus yang penuh kuasa.

Pujian ini memang wajar. Setiap orang tua tentu bangga dan bahagia jika anaknya dikagumi banyak orang. Tetapi Yesus seakan mengelak dengan mengatakan, justru “yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya”. Siapa yang dimaksudkan Yesus? Pertama-tama adalah ibuNya Maria.

Dengan uangkapan yang berbeda, Yesus justru menegaskan hal yang sama, bahwa IbuNya Maria sesungguhnya orang pertama yang  berbahagia, karena dia telah “mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya”.

Yang berpasrah diri dan membiarkan kehendak Allah terjadi atas dirinya. Yang dari rahimnya, Sabda telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita, yakni diriNya.

Hal yang menunjukan pertalian kehidupan antara orang tua dan anak. Entahkan anak akan tumbuh jadi sosok yang baik dan membanggakan atau menyusahkan hati, sangat tergantung pada kedekatan hati, perhatian dan kasih sayang yang dicurahkan orang tua bagi mereka. 

Ibarat pohon, dari pohon yang baik, akan ada buah yang baik pula. Dari orang tua yang beriman, ramah, penuh kasih dan pekerja keras, anak-anak akan belajar dan tumbuh jadi pribadi yang takut akan Allah, penuh kasih dan hormat pada sesama.

Hal yang menentukan adalah proses pembentukan kepribadian anak. Jika dilakukan dengan baik dan intens, tentu akan menuai rasa bangga itu.

Teruslah menata hidup menjadi peribadi yang takut akan Allah. Yang taat beriman, setia mendengar Sabda Allah, dan membiarkan Sabda menuntun langka hidup kita di jalan kasih, jalan kebaikan, jalan kebenaran dan solidaritas. Jika menyimpang dan tersesat, janganlah terus berkeras hati.

Merendahlah dan membuka diri, mendengar Sabda yang menegur, mengingatkan, dan mengarahkan kembali jalan hidup kita. Ingat kata Yesus, “yang berbahagia adalah mereka yang mendengar sabda Allah dan memeliharanya”.

Tuhan memberkati. SALVE. ***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *