Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Menjadi Alat di Tangan Tuhan

banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERIN

Jumad, 06 Mei 2022

Kis.9:1-20 ; Yoh.6:52-59

banner 325x300

Paskah III

“Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama Ku” (Kis.9:15)

Ananias kaget, ketika diutus Tuhan bertemu Saolus. Sosok yang menakutkan. Pembenci nama Yesus, yang dengan bangga membunuh para pengikut Yesus.

Untuk apa bertemu dia? Apakah supaya dibunuh juga?

Tidak! Tuhan menguatkan Ananias, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada segala bangsa”.

Dengan cara demikian, Allah hendak menegaskan bahwa Ia akan memakai siapapun yang Ia kehendaki, menjadi alat ditangan-Nya. Bahkan seorang penjahat sekalipun, akan Ia ubah menjadi penyalur cinta-Nya.

Itulah yang terjadi dalam diri Saolus. Kasih Allah telah mengubah dirinya. Seorang pembunuh jemaat, pembenci Nama Yesus, menjadi pembela jemaat dan pewarta nama Yesus. 

Hanya dengan seberkas cahaya, Allah mematahkan keperkasaan Saolus. Ia jatuh tak berdaya di debu jalanan.

Itulah saat Allah melumpuhkan segala nafsu jahatnya, meruntuhkan keangkuhan, dan memadamkan api kebencian Saolus yang begitu berkobar-kobar. Allah dengan penuh kasih, menghapus aib dan dosanya, dan memberi dia nama baru dengan hati yang baru pula.

Dialah Paolus, dengan Hati yang merendah di hadapan Allah penguasa kehidupan. Hati penuh cinta membara kepada Tuhan penyelamat yang telah bangkit jaya. Hati yang akhirnya setia dan berpasrah pada jalan dan kehendak Allah.

Kita menyadari, dalam kerapuhan dan kekurangan, Allah sedang memakai diri kita jadi berkat bagi sesama. Melalui tugas dan kepercayaan apapun yang kita jalani, sesungguhnya Allah sedang menjadikan kita rasul andalannya, terus mengabdi dan melayani demi kebaikan bersama (bonnum commune), meski di tengah rupa-rupa kesulitan, hambatan dan tantangan yang meresahkan.

Untuk menjadi alat di tangan Allah, tidaklah mudah. Allah sering mengasah kita, bahkan kadang membuat kita sampai tertiarap di debu, tak berdaya, hingga merasa terluka seperti sebilah pedang yang menikam jiwa kita.

Akan tetapi ia akan tetap meneguhkan kita, membesarkan harapan kita, dan memudahkan jalan kita yang setia berpasrah pada kehendak-Nya. Siapa yang setia berjalan di depan Tuhan baginya pintu selalu terbuka. Kemudahan selalu ada. Berkata selalu mengalir tiada henti.

Tuhan memberkati. SALVE. ***

banner 325x300

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *