Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Pengadilan Berujung Penyembuhan

Ilustrasi
banner 120x600
banner 468x60
RD WENS HERIN

“Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh. 8:11)

Senin, 4 April 2022

banner 325x300

Dan.13:41c-62; Yoh. 8:1-11

Prapaska V

Dua wanita, Susana dan Perempuan tanpa nama yang kedapatan berbuat zinah sama-sama dibela Tuhan. Susana dilindungi dari aksi bejat dua tua-tua. Sedang si wanita, dilepas  dari tindakan sewenang-wenang ahli taurat dan orang Farisi. Mereka memberi tuduhan palsu, karena nafsu dan niat jahat terselubung.

Dalam situasi terpojok, Susana menengadah dan memohon bantuan Tuhan. Tuhan mengirim Daniel untuk menguji kesaksian palsu dua tua-tua berhati bejat itu. Dan terbukti, kesaksian mereka tidak benar, dan mereka dijatuhi hukuman.

Sedangkan si Perempuan, hanya tertunduk diam di hadapan Yesus. Tak berdaya, ketika ditelanjangi dan dipermalukan di depan umum. Ia hanya berharap, kiranya Tuhan tidak menghukum dan mempermalukannya juga.

Dua kisah ini, menunjukkan beberapa hal. Pertama, aksi menuduh, mempersalahkan, sewenang-wenang, cenderung datang dari pihak yang dominan. Dari pihak yang lebih kuat kepada yang lemah. Ini bentuk ketidakadilan, bisa jadi karena konstruksi budaya, hukum yang tebang pilih, atau merasa kuat dan benar karena berkekuatan masal. Jika orang dihukum karena berzinah, mengapa hanya perempuan yang diadili ? Di mana laki-laki ?

Kedua, Tuhan membela yang lemah. Meneguhkan yang terkulai. Menegakkan yang benar dan menghukum yang jahat sebagai peringatan. Merangkul yang berdosa tidak untuk kompromi tetapi untuk pertobatan. Perbuatan dosa memang dibenci, tetapi orangnya harus dirangkul, diberi kesempatan bertobat, dan disembuhkan.

Ketiga, Mempersalahkan untuk menutup kelemahan. Kadang kita berusaha mempersalahkan orang hanya demi menutupi kelemahan dan salah kita. Banyak terjadi, orang dianggap bersalah karena diketahui salahnya, dan lebih banyak orang nyaman, bahkan kuat menggongong hanya karena aibnya tersembunyi bahkan dilindungi.

Terimalah kata-kata penuh kerahiman Tuhan ini agar membantu pertobatan kita dalam masa prapaskah ini, “Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi”.

Tuhan memberkati. SALVE.***

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *