Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Kolontobo – Ile Ape Jadi Desa Binaan Imigrasi Sikka,  YKS – Imigrasi Tandatangan MoU

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sikka yang berkedudukan di Maumere resmi membentuk Desa Binaan Imigrasi di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Kegiatan sosialisasi pembentukan desa binaan tersebut berlangsung di Hotel Palm Lembata, Selasa (6/5/2026), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ile Ape, perwakilan Kejaksaan Negeri Lembata, Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) yang diwakili Kor Sakeng, perangkat Desa Kolontobo, serta tokoh dan perwakilan masyarakat Desa Kolontobo.

banner 325x300

Dalam sambutan pembukaannya, Camat Ile Ape menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Imigrasi Sikka yang telah memilih Desa Kolontobo sebagai desa binaan Imigrasi.

Menurutnya, Desa Kolontobo merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Ile Ape. Selain itu, banyak warga desa tersebut yang merantau dan bekerja di luar daerah maupun luar negeri, terutama ke Malaysia dan beberapa negara lainnya.

“Pilihan Desa Kolontobo sebagai desa binaan Imigrasi sangat tepat. Warga kami cukup banyak yang bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja. Karena itu, edukasi dan pendampingan terkait dokumen keimigrasian dan migrasi aman sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kolontobo, Lambertus Nuo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Sikka atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kolontobo.

Ia mengatakan bahwa pemerintah desa menyambut baik program desa binaan Imigrasi karena dapat membantu masyarakat memahami pentingnya administrasi dan prosedur migrasi yang benar.

“Kami sangat mengapresiasi pimpinan Imigrasi Sikka yang telah memilih Desa Kolontobo sebagai desa dampingan. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat kami yang hendak bekerja di luar negeri agar memiliki dokumen yang lengkap dan mengikuti jalur yang resmi,” kata Lambertus Nuo.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam konteks migrasi aman, Desa Kolontobo selama ini telah mendapat pendampingan dari Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS), khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan pekerja migran dan bahaya perdagangan orang.

Pihak Imigrasi Sikka dalam sosialisasi tersebut menjelaskan bahwa program Desa Binaan Imigrasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keimigrasian, prosedur pembuatan paspor, migrasi aman, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya dokumen resmi ketika bekerja ke luar negeri dan tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Masyarakat dan perangkat desa diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi terkait proses migrasi dan pengurusan dokumen perjalanan luar negeri

Penandatanganan Kerja Sama.

Dalam moment ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama MoU oleh Kepala Imigrasi Sikka dan YKS.  MoU ini menjadi salah satu langkah progresif dari Imigrasi Sikka dengan semangat kolaborasi menjadikan Desa Kolontobo menjadi Desa Binaan Imigrasi Sikka.  ”Semoga kedepannya Desa Kolontobo menjadi Fesa Model dalam mengaplikasikan Migrasi Aman dan Tindak Pidana Perddagangan Orang (TPPO),” harap Sakeng. (*/AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *