Aksinews.id/Lewoleba – Koperasi Konsumen Perempuan Purna Migran (KOPPMI) Lembata Menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), tahun buku 2024 yang berlangsung di Hotel Annisa New Beach Lewoleba, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan para anggota kopereasi, pengawas dan pengurus serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lembata.
Yohanes Lalang, Kepala bidang Koperasi pada Dinas Koperindag Lembata, Jono Lalang dalam sambutannya ketika membuka acara RAT mengatakan, RAT merupakan amanat undang-undang yang harus dilakukan setiap tahun sekalipun mengalami keterlambatan. Karena itu demikian Lalang, pelaksanaan RAT menjadi indikator bahwa KOPPMI terus mengalami perkembangan.
“Untuk sampai seperti koperasi lain yang telah maju, KOPPMI juga harus melewati kondisi sebagaimana yang dialami koperasi lainnya. Kendati demikian dengan ketekunan dan semangat pantang meyerah maka KOPPMI sampai pada titik seperti sekarang. RAT ini menandakan KOPPMI masih punya semangat, dan semangat itu berada di tangan anggota, pengawas dan pengurus,” tukas Lalang.
Menurut Lalang, pencapaian sebuah koperasi hanya dapat dibuktikan oleh pera pengurus dan anggota itu sendiri. Dengan bekerja keras selalau ada harapan, ada cahaya dan ada jalan bagi koperasi untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik. Karena itu ia berharap agar pengurus dan pengawas KOPPMI tudak perlu sungkan untuk berkonsultasi kepada pihaknya.
“Kami bukan malaikan tetapi menjadi teman untuk belajar bersama agar bisa ada RAT selanjutnya meski ada berbagai halangan dan rintngan silih berganti di jalan yang kita sduah bangun bersama ini. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya,” papar Lalang memberikan motivasi kepada pengurus dan anggota koperasi yang hadir.
Lebih jauh pria asal Kedang ini berharap agar anggota tetap semangat untuk terus memajukan KOPPMI agar lebih berkembang ke depannya. Ia juga mengingatkan agar kehadiran Koperasi Merah Putih (KMP) jangan dilihat sebagai kompetitor atau musuh, tetapi hendaknya menjadi patner untuk berkolaborasi, membangun komunikasi intens guna perkembangan KOPPMI sendiri karena keberadaan KOPPMI dan KMP sama. Jadi tidak ada yang lebih istimewah. Kepada pengurus, ia mengingatkan agar sekecil apapun usaha yang dilakukan mesti dilaporkan agar semua tahu usaha yang dijalankan. Karena itu RAT itu harus dilakukan secara reguler setiap tahun dan jangan pernah melakukan RAT dengan sistem 2-3 tahun sekali. Pada hakekatnya demikian Lalang, melalui koperasi koperasi kita berpikir tentang diri kita, ekonomi kita . Ada banyak peluang yang bisa dilakukan dan tidak serta merta melompat jauh ke depan. Karena itu jangan pernah larut setiap bulan untuk bertransaksi.
Sementara itu Ketua KOPPMI, Emiliana Wae mengatakan perjalanan KOPPMI mengalami banyak hambatan, karena itu ia berharap agar semua peserta RAT dimohon untuk memberikan masukan untuk menata pejalanan koperasi ke depannya. Mengakhiri sambutannya Wae berharap agar anggota komunitas yang belum menjadi bagian dari koperasi agar bisa mendaftarkan diri. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena elum anggota mengakses pinjaman.
Untuk diketahui KOPPMI merupakan wadah bagi para pekerja migran yang didampingi Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dan telah melaksanakan dua kali RAT. Koperasi ini beranggotakan pekerja migran baik purna mapun PMI aktif serta masyarakat umum. Dalam laporan pengurus diketahui bahwa untuk tahun buku 2024 jumlah anggota koperasi sebanyak 61 orang sementara sampai dengan sekarang sebanyak 79 orang, dengan jumlah anggota yang mengakses pinjaman sebanyak 20 orang. (Floresty)