Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Trio Berjilbab Senandungkan ‘Deen Assalam’ di Panggung Konser Amal OMK Paroki Wangatoa

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba – Seolah menjawab tantangan penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa agar Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Wangatoa (PKRW) menjalin kerjasama dengan orang muda dari agama lainnya, baik Islam, Protestan, Hindu dan Budha, trio remaja masjid berjilbab tampil memukau di atas panggung Konser Amal OMK PKRW, Jumat (10/6/2022) malam.

Ketiga remaja putri mengenakan jilbab dengan balutan baju putih dan sarung (kwatek) melantunkan lagu Deen Assalam yang dipopulerkan Sulaeman Al Mughny, sungguh mampu menyedot perhatian penonton.

banner 325x300

Lirik lagu berbahasa Arab itu memang sangat menyentuh.

Kala ha dil ar maa taq fi masahat

La u na hasib la sama hat

Wan ta ayas na bahb

La ta ghay kal ar tha nas kan kal ya ghar

Ab ta hayat wab salaam

An syaru wah lal kalam

Zay nu dini yakh te rabb

Ab ma habbat wab ta sam

An syaru ba anil ana

Ha da hud deen as salaam

Lirik lagu itu dapat diterjemahkan sebagai berikut:

Seluruh bumi ini akan terasa sempit

jika kita hidup tanpa toleransi

namun jika hidup dengan perasaan cinta

meski bumi sempit kita kan bahagia

Melalui perlaku mulia dan damai

sebarkanlah ucapan yang manis

hiasilah dunia dengan sikap yang hormat

dengan cinta dan senyuman

sebarkanlah diantara insan

Inilah Islam agama perdamaian

Salah seorang personil yang melantunkan lagu itu tampak menitikkan air mata saat bernyanyi. Entah apa yang membuatnya meneteskan air mata. Dia tampak sungguh menghayati lagu tersebut.

Sayangnya, penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa bersama rombongannya sudah meninggalkan arena Konser Amal di pelataran Gereja Kristus Raja Wangatoa. Padahal, dalam sambutannya ketika membuka Konser Amal, dia sempat menyinggung soal perlunya OMK PKRW menjalin kerjasama dengan pemuda pemudi dari agama lainnya.

Penampilkan trio remaja masjid itu menjadi bagian dari teater bertajuk Harmoni: Taan Tou yang dipentaskan OMK PKRW dengan sutradara Valdo Witak.

Selain teater, penampilan monolog seorang guru SMAN 2 Nubatukan juga tak kalah menarik. Ia menampilkan kemampuan teatrikal yang luar biasa menawan. Penjiwaan dan aksi panggungnya mampu membuat penonton terkesima.

Penjabat Bupati Lembata sebelumnya sudah dibikin terkesima dengan penampilan Icha yang membacakan puisi, serta dua seniman cilik Alva Wurin Wungblolon dan Adit Punang yang bernyanyi dengan suara merdu. Alva tampil membawakan lagu daerah diiringi keybordis asal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, sedangkan Adit Punang bernyanyi sambal bermain keyboard sendiri.

Marsianus Jawa mengaku kagum dengan penampilan orang muda Lembata yang tampil di panggung Konser Amal tersebut. “Dari penampilan awal saja, saya berpikir, kita layak membuat konser yang lebih besar di luar daerah. “Orang Muda Katolik harus memiliki mimpi yang besar, OMK harus bisa,” ungkap Marsianus.

Penjabat Bupati Lembata yang duduk semeja bersama Pastor Paroki Wangatoa, RD. Kristoforus Kristo Soge dan Sekda Paskalis Tapobali, tampak menikmati pertunjukkan. Terlihat ia ikut bertepuk tangan atas penampilan para penyanyi muda berbakat.

Lima grup musisi yang tampil terlihat cukup menghibur. Dua komunitas akustik, PKRW Akustik dan Lembata Akustik, bersama Vokal Grup Alvares Group, Dolo Mayestik Band dan komunitas Hip Hop Lembata Foundation (HLF), sungguh menampilkan perform terbaik mereka.

“Ini baru konser musik. Kami puas. OMK Paroki Wangatoa luar biasa. Hebat,” puji beberapa penonton yang menyaksikan langsung di arena pertunjukkan.(AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *