Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Nilai Telah dan Terus Bergeser

banner 120x600
banner 468x60

Jumad, 18 Nopember 2022

Why.10:8-11 ; Luk.19:45-48

banner 325x300

Pekan Biasa XXXIII

RD WENS HERIN

“Rumah Ku adalah rumah doa, tetapi kalian menjadikannya sarang penyamun”

(Luk.19:45)

Bait Allah adalah rumah doa bangsa Israel. Pusat penyelenggaraan ibadat dan berbagai perayaan keagamaan.

Untuk melengkapi ibadah, orang Yahudi butuh hewan persembahan berupa lembu, domba,  merpati, dan burung terkukur. Tentu sulit bagi jemaat yang datang dari jauh. Maka para pedagang membantu menyiapkan  hewan kurban di pelataran Bait Allah. Nah, kalau betul para pedagang menolong jemaat yang hendak beribadah,  mengapa Yesus marah?

Orang menafsir, Yesus marah karena mencium aroma manipulatif disana. Para pedagang bersekongkol dengan pemimpin agama, mematok harga tinggi, memeras jemaat, demi meraup keuntungan besar, supaya bisa berbagi untung berlebih di antara mereka.

Siapapun akan kecewa dan marah, ketika menyaksikan pergeseran nilai di sana. Di pelataran Bait Allah dahulu dan di Gereja-gereja saat ini. Rumah doa berubah jadi sarang penyamun karena ketamakan dan ketidakjujuran.

Yesus akan tetap marah, jika niat baik membantu perlahan berubah jadi pemerasan terselubung. Belas kasih dan kemurahan hati, perlahan mulai ditakar dengan rupiah. Pengorbanan tulus, mulai tergerus harapan imbalan. Orang mulai enggan memberi diri dengan cuma-cuma.

Rumah doa, rumah cinta bersama Allah, terasa jauh dan asing, ketika kita mulai beralasan sibuk, letih, dan tak ada waktu. Ujungnya, ada yang jarang ke gereja. Hanya menanti natal dan paska, atau ada pelayanan sakramen. Dan, masih banyak litani pergeseran nilai Kristiani dalam keseharian kita.

Tak disadari, kita bisa berlaku bagai penyamun di rumah cinta, rumah persaudaraan kita sendiri. Haruskah orang lain memarahi kita, sekedar mengingatkan? Tidak! Kita sendiri mesti menyadarinya.

Ya, banyak nilai kehidupan telah bergeser. Bahkan terus memudar. Buka mata dan sadar, supaya kita selektif dan berani mengingatkan diri sendiri! Tak ada kata terlambat.

Tuhan memberkati. SALVE.***

RD. Wens Herin

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *