Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Harapan di Saat Batas

banner 120x600
banner 468x60

Senin, 11 Maret 2024

Yes.65:17-21 ; Yoh.4:43-53

banner 325x300

Pekan Prapaska IV

RD Wens Herin

“Tuhan, datanglah sebelum anak ku mati”

(Yoh.5:48)

Berbagai situasi, peristiwa, penyakit atau apapun bisa kita atasi sejauh mampu. Namun, ada saatnya, kita tak berdaya dan hanya bisa berpasrah. Itulah saat batas, saat kita hanya bisa membuka tangan dan menaruh harap hanya pada Tuhan.

Pegawai istana bergumul melawan takdir, terus berupaya menolong anaknya yang sedang bergulat antara hidup dan mati. Meski ia tahu, ia tak bisa melawan takdir, namun ia tak putus asa, karena masih ada secerca harapan pada kasih Tuhan.

Harapan itu tumbuh, ketika mendengar kabar Yesus datang. Tak menunggu lagi. Ia segera bergegas berjumpa Yesus dan memohon, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati”.

Yesus merasakan getaran harapan itu, dari untaian doa penuh iman pegawai istana. Dan Ia menjawab doa si pegawai istana, “pergilah, anakmu hidup”. Jawaban yang mengembalikan harapan yang hampir pupus, dan hadirkan sukacita bagi kehidupan.

Hendri J.M. Noumen mengatakan, “kabar sukacita sesungguhnya adalah Allah bukan Allah yang jauh. Tetapi Allah yang hati-Nya tergerak oleh penderitaan kita dan ikut serta sepenuhnya merasakan perjuangan kita sebagai manusia”.

Disaat batas, saat kita tak sanggup, kita mesti berpasrah. Kita tak menyerah, tetapi menyandarkan harapan pada Tuhan, karena tahu dan  mengimani bahwa Tuhan akan mengurai kebuntuan yang dihadapi.

Tuhan memberkati. SALVE. ***

RD Wens Herin

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *