Aksinews.id/Lewoeleng – Di lereng perbukitan yang oleh warganya dijuluki “Kampung Langit”, senyum masyarakat Desa Lewoeleng hari itu terasa berbeda. Penantian panjang akan layanan kesehatan yang lebih dekat, air bersih yang mengalir hingga ke rumah-rumah, dan lahirnya produk unggulan desa akhirnya menjadi kenyataan.
Harapan itu diresmikan langsung oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, melalui peresmian Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD), jaringan air minum desa, serta peluncuran produk gula aren lokal hasil karya kelompok perempuan Desa Lewoeleng.
Suasana penuh syukur menyelimuti kegiatan yang turut dihadiri Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lembata, pimpinan PLAN Indonesia wilayah Lembata, pimpinan perangkat daerah, Plt. Camat Lebatukan, unsur Forkopimcam, lembaga adat, dan masyarakat yang memadati lokasi peresmian.
Kepala Desa Lewoeleng, Markus Corsini Raring, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan perdana Bupati Lembata ke desa tersebut sejak menjabat. Dalam sambutannya, ia menggambarkan Lewoeleng sebagai Kampung Langit, sebuah tempat yang tidak hanya dekat dengan awan, tetapi juga menyimpan cita-cita besar masyarakatnya untuk terus berkembang.
“Di atas puncak ini masih ada puncak berikutnya,” ungkapnya, menggambarkan semangat masyarakat yang tidak berhenti bermimpi meski telah meraih berbagai kemajuan.
Salah satu perubahan yang paling dirasakan warga adalah hadirnya jaringan air minum desa. Selama puluhan tahun, masyarakat harus menempuh jarak yang tidak dekat untuk mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kini, sebanyak 80 rumah telah menikmati sambungan air langsung ke rumah masing-masing. Kehadiran fasilitas tersebut turut mendorong seluruh rumah tangga memiliki sanitasi yang layak serta membuka peluang pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan dan tanaman obat keluarga.
Pemerintah Desa berharap ke depan sebanyak 77 rumah lainnya juga dapat memperoleh sambungan serupa.
Di bidang kesehatan, Desa Lewoeleng kini memiliki Unit Pelayanan Kesehatan Desa yang siap memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat. Fasilitas ini melengkapi berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah desa, mulai dari pelaksanaan posyandu dengan tingkat partisipasi tinggi, kunjungan rutin kepada lansia, penyandang disabilitas, hingga pelayanan kesehatan di sekolah-sekolah.
Momentum tersebut juga ditandai dengan peluncuran produk gula aren lokal yang diolah oleh kelompok perempuan desa. Produk ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa bersama masyarakat yang mampu menghadirkan tiga capaian penting tersebut. Menurutnya, pembangunan desa harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi.
“Hari ini kita menciptakan sejarah di Desa Lewoeleng dengan meresmikan Unit Pelayanan Kesehatan Desa, Air Minum Desa, dan Usaha Gula Aren. Ketiga fasilitas ini bukan sekadar bangunan atau sarana fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi masyarakat desa,” tegas Bupati.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan UPKD sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, menjaga keberlanjutan sistem penyediaan air minum desa, serta terus mengembangkan usaha gula aren melalui peningkatan kualitas produksi, pengemasan, dan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa juga menyampaikan sejumlah harapan kepada Pemerintah Kabupaten, yakni penempatan tenaga perawat desa, penambahan sambungan air bersih bagi 77 rumah tangga yang belum terlayani, serta renovasi pasar desa sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemukulan gong, penandatanganan prasasti, pembukaan keran air secara simbolis, serta penanaman pohon pucuk merah sebagai simbol komitmen merawat lingkungan. Dari Kampung Langit, sebuah pesan sederhana mengalir bersama air yang kini sampai ke rumah-rumah warga: pembangunan yang paling bermakna adalah pembangunan yang benar-benar menghadirkan harapan dalam kehidupan masyarakat. (ProkompimPemkabLembata)

















