Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Penyair Loang Baca Puisi ‘Ina Budi Sare’ Saat Launching Buku ‘Bahasa Ibu, Bahasa Daerahku’ Secara Daring

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Loang – Penyair Loang, Desa Duawutung, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Thomas Krispianus Swalar, sukses membawakan puisi ‘Ina Budi Sare’ dalam acara launching Buku ‘Bahasa Ibu, Bahasa Daerahku’. Puisinya itu termuat dalam buku yang dilaunching tersebut.

Launching Buku ‘Bahasa Ibu, Bahasa Daerahku’ digelar Selasa, 21 Pebruari 2023, mulai pukul 19.30 WIB atau 20.30 Wita sampai selesai. Kegiatan ini berlangsung secara online melalui zoom meeting, yang diikuti oleh 79 penyair dari seluruh Indonesia.

banner 325x300

“Ini merupakan agenda Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) dalam upaya melestarikan bahasa daerah di seluruh Indonesia,” jelas Thomas Krispianus Swalar, kepada aksinews.id, seusai kegiatan.

“Mengingat bahwa dalam perkembangannya, bahasa-bahasa daerah di Indonesia, ada sebagian yang hampir punah dan hilang dari keberadaannya. Satu langkah berani yang diambil oleh Taman Inspirasi Sastra Indonesia adalah menghadirkan sebuah buku Antologi Puisi Dwi Bahasa, yakni bahasa daerah dan bahasa Indonesia,” jelas dia.

Hal ini, menurut dia, sejalan dengan program yang sedang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam upaya untuk mempertahankan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.

“Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) yang digawangi oleh Octavianus Masheka terus berupaya untuk konsisten dalam melahirkan karya-karya yang bermutu untuk kepentingan banyak orang,’ ungkap Thomas Krispianus Swalar.

Acara zoom meeting itu, kata dia, diawali dengan pengantar Ketua Pelaksana, Dyah Nkusuma, dan ketua TISI Octavianus Masheka, sekaligus meluncurkan Buku Antalogi Bersama Dwibahasa Bahasa Ibu Bahasa Daerahku.

“Epilog disampaikan oleh Bapak Heru Marwata. Dan, para peserta membacakan puisi karya masing-masing,” ujar Thomas Krispianus Swalar, seraya menambahkan, “13 Penyair yang berkesempatan membawakan puisinya antara lain Octavianus Masheka, Dyah Nkusuma, Aisyah Rauf, Thomas Krispianus Swalar, Rendra Achaer, Ag. Andoyo Sulyantoro, Aning Sabariah, Uleceny, Suharli, Mas Jumadi, Elly Azizah, Vien Rumailay, dan Mulyadi J. Amalia.”

Ketua panitia, Dyah Nkusuma dalam pengantarnya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penyair dari seluruh Indonesia dalam menyukseskan program TISI.

Sedangkan ketua TISI, Oktavianus Masheka menjelaskan mengenai pentingnya melestarikan bahasa Ibu. “Penyair adalah penyumbang kata kepada Bahasa Indonesia. Menurut Kemendikbud Ristek ada 11 bahasa daerah yang hilang dari keberadaannya dan ini terdapat di Maluku dan Papua,” jelasnya.

Berikut puisi karya Thomas Krispianus Swalar yang dimuat dalam bahasa daerah Lamaholot dan bahasa Indonesia.

INA BUDI SARE

Ina

Budi Moe sare

Sama wai Ba’ a

Moe tutu koda kirin

Untuk Goe kete kai ATA Ekan

Ina

Go perohon doa moe

Let’s Teti Alapes

Kera Wulan Tanah Ekan

Ina ATA Budi dike

Eren pira go gawe balik

Harun Moe Ina

Ina

Mo Tobo tani

Pole Anam kame

Wekim di tua kae Ina sayang

Tunen Tuen

Wulan balik

Ana moe balike Lewo

Harun Moe

Intake Senaren

Ina

Anam go let’s

Sembahyang moe

Loang, 2 Desember 2022

Dengan adanya program TISI ini, mudah-mudahan semua bahasa daerah bisa terhimpun. “Bahasa Ibu, Bahasa Daerahku, tetaplah lestari. Aku bangga memilikimu,” ungkap Thomas Krispianus Swalar.(AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *