Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Dari Lahan Empat Hektare, Harapan Baru Pariwisata Lembata Tumbuh di Muruona

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Lewoleba — Sebuah lahan seluas sekitar empat hektare di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, kini memiliki cerita baru. Di kawasan Pasak Raya, tepatnya jalur Simpang Hadakewa–Ile Ape–Kedang, lahan yang sebelumnya berpotensi dibiarkan menganggur justru dipilih untuk menjadi ruang belajar bagi generasi muda Lembata.

Di tempat inilah SMKS Pariwisata Manisen Dhira hadir dengan membawa harapan sederhana namun besar: menyiapkan anak-anak Lembata agar mampu melihat pariwisata bukan hanya sebagai tempat untuk bekerja, tetapi juga sebagai ruang untuk berkarya dan menciptakan peluang.

banner 325x300

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sikka–Flotim–Lembata, serta para orang tua siswa turut menyaksikan langkah awal perjalanan sekolah tersebut, Selasa (11/8/2026).

Kepala SMKS Pariwisata Manisen Dhira, Linus Beseng, S.Sos., mengatakan, keberadaan sekolah ini berawal dari keinginan untuk membuat lahan yang dimiliki dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Lahan sekitar empat hektare ini sayang kalau dibiarkan menganggur atau dijual. Akan lebih bermakna jika didirikan sekolah yang bermanfaat bagi masyarakat Lembata ke depannya,” ujarnya.

Saat ini, SMKS Pariwisata Manisen Dhira telah memiliki tiga ruang belajar dengan jumlah peserta didik sekitar 30 orang. Para siswa diberi pilihan untuk menekuni dua bidang yang sangat dekat dengan kebutuhan industri pariwisata, yakni Perhotelan dan Kapal Pesiar serta Tours and Travel atau Usaha Perjalanan Wisata.

Pilihan tersebut menjadi penting bagi Lembata yang memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, serta bentang pesisir dan pegunungan yang menyimpan potensi wisata. Sebab, keindahan sebuah daerah tidak akan cukup dikenal jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara profesional.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengatakan, kehadiran sekolah kejuruan seperti SMKS Pariwisata Manisen Dhira harus dilihat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, pariwisata memiliki ruang yang luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, budaya dan kearifan lokal Lembata kepada masyarakat yang lebih luas.

“Anak-anak kita tidak hanya dipersiapkan untuk diterima di dunia kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja dan pelaku usaha yang kreatif dan inovatif,” kata Bupati.

Pesan itu menjadi semakin relevan bagi para siswa yang kini mulai mengenal dunia pariwisata sejak bangku sekolah. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman praktik yang dekat dengan dunia usaha dan kebutuhan industri.

Bupati juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik agar pembelajaran tidak berhenti pada teori. Pengalaman praktik, keterampilan, kreativitas dan pembentukan karakter perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Bagi Lembata, langkah kecil ini dapat menjadi investasi jangka panjang. Anak-anak yang hari ini belajar tentang perhotelan, perjalanan wisata hingga kapal pesiar, kelak dapat menjadi tenaga profesional yang bekerja di berbagai destinasi, sekaligus membawa nama Lembata lebih jauh.

Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu kembali dan mengembangkan potensi daerah sendiri—membuka usaha perjalanan wisata, mengelola penginapan, mengembangkan paket wisata berbasis budaya, hingga menciptakan berbagai inovasi yang membuat wisatawan semakin tertarik datang ke Lembata.

Harapan tersebut turut ditandai dengan penanaman pohon yang dilakukan Bupati Lembata bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata di lingkungan sekolah. Pohon yang ditanam menjadi simbol pertumbuhan: bahwa sebagaimana sebuah pohon membutuhkan waktu, perawatan dan ketekunan untuk tumbuh besar, demikian pula sekolah dan para siswa di dalamnya membutuhkan proses panjang untuk berkembang.

Di kawasan Pasak Raya itu, sebuah sekolah kini mulai menanam mimpi. Dari sekitar 30 siswa yang menjadi bagian awal perjalanan SMKS Pariwisata Manisen Dhira, tersimpan harapan agar kelak lahir generasi yang tidak hanya mengenal pariwisata, tetapi ikut menentukan masa depan pariwisata Lembata. (ProkompimPemkabLembata)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *