ADVERTISEMENT
Aksinews
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Polkam
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

    347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    Dana Transfer 2026 ke Lembata Dipangkas Rp 300 Miliar, Sekda Tapo Bali: Penting, Efisiensi di Setiap OPD

    Dana Transfer 2026 ke Lembata Dipangkas Rp 300 Miliar, Sekda Tapo Bali: Penting, Efisiensi di Setiap OPD

    Pondok Perubahan Gelar Diskusi Hari Pahlawan 2025: “Kapan Kita Setara? Suara Muda untuk Iklim Sosial Lembata”

    Pondok Perubahan Gelar Diskusi Hari Pahlawan 2025: “Kapan Kita Setara? Suara Muda untuk Iklim Sosial Lembata”

    Rakor Konsolidasi Program Kegiatan TA 2026, Bupati Kanis: OPD Harus Miliki Visi dan Persepsi yang Sama terhadap Prioritas Pembangunan Daerah

    Rakor Konsolidasi Program Kegiatan TA 2026, Bupati Kanis: OPD Harus Miliki Visi dan Persepsi yang Sama terhadap Prioritas Pembangunan Daerah

    Sambutan Lengkap Bupati Kanis Tuaq di Hari Ulang Tahun ke-26 Otonomi kabupaten Lembata

    Sambutan Lengkap Bupati Kanis Tuaq di Hari Ulang Tahun ke-26 Otonomi kabupaten Lembata

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Ekbis
    • All
    • Gadget
    • Mobile
    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    Pemkab Lembata Gelar Rapat Percepatan Pembangunan SPPG Terpencil untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkab Lembata Gelar Rapat Percepatan Pembangunan SPPG Terpencil untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

    Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern

    Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern

    Sewa Traktor Pemkab Lembata, PT SMJ Target Bajak Lahan Seluas 108 Ha

    Sewa Traktor Pemkab Lembata, PT SMJ Target Bajak Lahan Seluas 108 Ha

    Wabup Lembata Buka Pelatihan Pengurus Koperasi  Merah Putih 2025

    Wabup Lembata Buka Pelatihan Pengurus Koperasi  Merah Putih 2025

    Asisten Administrasi Umum Lembata: Penanggulangan Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

    Asisten Administrasi Umum Lembata: Penanggulangan Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Hukrim
  • Nasional
  • Dunia
  • Humaniora
  • Sapa Firman Pagi
  • Olahraga
  • Travel
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

    347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    Dana Transfer 2026 ke Lembata Dipangkas Rp 300 Miliar, Sekda Tapo Bali: Penting, Efisiensi di Setiap OPD

    Dana Transfer 2026 ke Lembata Dipangkas Rp 300 Miliar, Sekda Tapo Bali: Penting, Efisiensi di Setiap OPD

    Pondok Perubahan Gelar Diskusi Hari Pahlawan 2025: “Kapan Kita Setara? Suara Muda untuk Iklim Sosial Lembata”

    Pondok Perubahan Gelar Diskusi Hari Pahlawan 2025: “Kapan Kita Setara? Suara Muda untuk Iklim Sosial Lembata”

    Rakor Konsolidasi Program Kegiatan TA 2026, Bupati Kanis: OPD Harus Miliki Visi dan Persepsi yang Sama terhadap Prioritas Pembangunan Daerah

    Rakor Konsolidasi Program Kegiatan TA 2026, Bupati Kanis: OPD Harus Miliki Visi dan Persepsi yang Sama terhadap Prioritas Pembangunan Daerah

    Sambutan Lengkap Bupati Kanis Tuaq di Hari Ulang Tahun ke-26 Otonomi kabupaten Lembata

    Sambutan Lengkap Bupati Kanis Tuaq di Hari Ulang Tahun ke-26 Otonomi kabupaten Lembata

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Ekbis
    • All
    • Gadget
    • Mobile
    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    PAD Lembata Capai 80,42 Persen, Pemkab Siapkan Kuari dan Sistem Parkir Barcode untuk Dongkrak Pendapatan

    Pemkab Lembata Gelar Rapat Percepatan Pembangunan SPPG Terpencil untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkab Lembata Gelar Rapat Percepatan Pembangunan SPPG Terpencil untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

    Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern

    Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern

    Sewa Traktor Pemkab Lembata, PT SMJ Target Bajak Lahan Seluas 108 Ha

    Sewa Traktor Pemkab Lembata, PT SMJ Target Bajak Lahan Seluas 108 Ha

    Wabup Lembata Buka Pelatihan Pengurus Koperasi  Merah Putih 2025

    Wabup Lembata Buka Pelatihan Pengurus Koperasi  Merah Putih 2025

    Asisten Administrasi Umum Lembata: Penanggulangan Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

    Asisten Administrasi Umum Lembata: Penanggulangan Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Hukrim
  • Nasional
  • Dunia
  • Humaniora
  • Sapa Firman Pagi
  • Olahraga
  • Travel
  • Redaksi
No Result
View All Result
Aksinews
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Dunia

Sadis! Ratusan Anak di Hutan Amazon – Brasil Tewas Akibat Gizi Buruk, Presiden Lula : Ini Lebih dari Sekadar Krisis Kemanusiaan

aksinews by aksinews
30 Januari 2023
in Dunia, Headline
0
Sadis! Ratusan Anak di Hutan Amazon – Brasil Tewas Akibat Gizi Buruk, Presiden Lula : Ini Lebih dari Sekadar Krisis Kemanusiaan

Ratusan anak suku Yanomami di Brasil mengidap gizi buruk dan terkena imbas kerusakan alam.

0
SHARES
242
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Kita mungkin mengenal Brazil karena penampilan apik para pesepakbolanya. Dari Pele, Ronaldo, Ronaldinho hingga Neymar, Brasil selalu punya stok pesepakbola yang punya nama besar. Tapi, tahukah Anda, bahwa sebuah ketidakadilan dahsyat juga terjadi di Brazil? Kondisi suku Yanomami, salah satu kelompok penghuni hutan Amazon, Brasil, dalam kondisi sekarat. Ratusan anak suku Yanomami, dilaporkan BBS News Indonesia, meninggal dunia karena kurang gizi.

Presiden Lula menuding mantan presiden Jair Bolsonaro melakukan ‘genosisa’ terhadap suku Yanomami.

Kelompok pembela hak masyarakat adat dan otoritas kesehatan Brasil mengungkapkan, lebih dari 500 anak Suku Yanomami telah meninggal dunia akibat penyakit yang mestinya dapat dicegah sejak 2019.

André Siqueira, seorang dokter dari Yayasan Oswaldo Cruz (Fiocruz) – salah satu lembaga kesehatan ternama di Brasil, meski hanya menghabiskan beberapa hari di cagar adat Yanomami di Amazon sebagai utusan khusus Organisasi Kesehatan wilayah Pan-Amerika yang meliputi Amerika Utara dan Selatan, ia sudah melihat betapa parahnya kondisi di sana. Tidak heran, kalau masalah itu menjadi sorotan media nasional dan internasional.

“Apa yang kami amati adalah situasi yang sangat genting dari segi kesehatan, dengan pasien-pasien menderita gizi sangat buruk, infeksi saluran pernapasan, banyak kasus malaria dan penyakit diare. Selain itu, ada juga kurangnya tim (bantuan) dan struktur,” kata Siqueira, seperti dikutip BBC. “Melihat penderitaan seperti ini terjadi adalah hal yang sangat menakutkan,” tambahnya, getir.

ADVERTISEMENT

Pada 15 Januari 2023 lalu, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang baru mulai menjabat pada awal tahun, mengumumkan masyarakat di wilayah tersebut sedang berada dalam keadaan darurat kesehatan. Hal ini ia tetapkan setelah diketahui bahwa ratusan anak suku Yanomami telah meninggal karena kekurangan gizi dalam empat tahun terakhir.

‘Kejahatan yang Sudah Terencana’

ADVERTISEMENT

Tewasnya ratusan anak suku Yanomami dapat dikaitkan pada pencemaran air yang disebabkan oleh aktivitas penambangan dan penebangan pohon di area hutan itu, di mana kekurangan pangan merajalela.

Presiden Lula sendiri sempat berkunjung ke wilayah itu pada 21 Januari 2023, dan menyebut situasi di sana  ‘tidak manusiawi’. Ia kemudian menuding presiden Brasil sebelumnya, Jair Bolsonaro, melakukan genosida terhadap suku hutan hujan Amazon tersebut.

“Ini lebih dari sekadar krisis kemanusiaan, apa yang saya lihat di Roraima adalah genosida: sebuah kejahatan terencana terhadap (suku) Yanomami yang dijalankan oleh sebuah pemerintah yang tak peka terhadap penderitaan,” tandas Presiden Lula.

“Saya pergi ke sini untuk mengatakan kami akan memperlakukan penduduk asli selayaknya manusia.”

Dalam bilik pesan aplikasi telegram, Bolsonaro menilai pidato Lula “konyol” dan menambahkan bahwa “Sejak 2020 sampai 2022, 20 tindakan kesehatan telah mengangkat kesadaran terhadap tempat tinggal penduduk asli”.

Ratusan Anak Meninggal Dunia

Sekitar 28.000 penduduk asli diperkirakan tinggal di cagar alam Yanomami. Mereka berburu, menjalankan pertanian potong dan bakar skala kecil, dan hidup di desa-desa semi permanen yang kecil dan tersebar.

Suku Yanomami tinggal bersama dengan tujuh kelompok adat lainnya di cagar alam Amazon.

Selama empat tahun ia menjabat sebagai pemimpin Brasil (2019-2022), Bolsonaro sering protes mengenai luasnya cagar alam penduduk asli dan berjanji akan membukanya untuk aktivitas pertanian dan penambangan.

Alhasil, pemerintahnya melonggarkan perlindungan untuk lingkungan tersebut. Para kritikus mengatakan, perkataan Bolsonaro mendorong aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

Kini, sebanyak 20.000 penambang ilegal diperkirakan beroperasi di cagar alam Yanomami. Wilayah tersebut kaya akan emas, berlian dan mineral lainnya.

Pada 2021, sejumlah penambang di daerah tersebut menembak suku Yanomami menggunakan senjata otomatis.

Pemerintah baru di bawah Presiden Lula mengatakan, lebih dari 500 anak penduduk asli telah wafat akibat penyakit yang harusnya dapat dicegah sejak 2019.

“Krisis kesehatan yang sebelumnya belum pernah terjadi dan bencana yang menimpa suku Yanomami di Brasil utara ini adalah genosida yang dirancang selama bertahun-tahun,” ujar Sarah Shenker, pakar penduduk asli di LSM hak asasi manusia Survival International, dalam sebuah pernyataan.

“Mantan presiden Bolsonaro secara sengaja membuka jalan masuk ke wilayah ini dan mendorong ribuan penambang emas untuk membanjiri (area itu). Dia membubarkan layanan kesehatan bagi penduduk asli dan mengabaikan permintaan untuk bertindak dari organisasi pembela penduduk asli, Survival (International) dan banyak lagi ketika skala krisis ini mulai terlihat jelas,” tandasnya, menjelaskan.

Cagar Alam Penduduk Asli Terbesar di Brasil

Menurut Institut Socioambiental (ISA) -salah satu organisasi utama yang bekerjasama dengan lembaga pembela hak penduduk asli di Brasil, cagar alam Yanomami merupakan tempat tinggal bagi delapan kelompok adat. Cagar alam itu mencakup area seluas 9,6 juta hektare. Ukuran tanah itu hampir seluas Korea Selatan.

Wilayah Yanomami terletak di antara negara bagian Amazonas dan Roraima, dekat perbatasan antara Brasil dan Venezuela. Area tersebut diratifikasi dan diakui oleh pemerintah Brasil pada 1992, lewat dokumen resmi yang ditandatangai oleh Presiden Fernando Collor.

ISA mengungkapkan empat “potensi risiko dan masalah yang ada” di tanah penduduk asli Yanomami, yakni masalah penambang ilegal, nelayan, pemburu dan peternak. Di antara ancaman tersebut, penambangan emas telah menjadi salah satu kekhawatiran utama penduduk dan pakar di kawasan itu.

Laporan Yanomami Sedang Diserang (Yanomami Under Attack), yang terbit pada April lalu dengan dukungan teknis dari ISA,  mencatat berapa banyak penambangan ilegal emas dan mineral lainnya di wilayah itu.

Dalam laporan tersebut, para ahli menekankan bahwa kerusakan hutan akibat aktivitas tambang ilegal telah ‘berkembang pesat’ sejak 2016. Ya, “Dari 2016 hingga 2020, pertambangan tumbuh tak kurang dari 3,350%,” tulis laporan itu.

Laporan tersebut juga mengatakan tumbuh-kembangnya pertambangan di wilayah tersebut berimbas pada ‘berkurang signifikan’ kualitas hidup bagi penduduk wilayah tersebut. Terbukti dari indikator kekerasan, kesehatan dan dukungan sosial yang semakin parah.

Roraima, negara bagian di mana cagar alam Yanomami terletak, memiliki tingkat kekerasam mematikan terparah terhadap penduduk asli di Brasil, menurut edisi terbaru laporan Atlas of Violence yang diterbitkan oleh Institute for Applied Economic Research (Ipea) pada 2021.

Masalah Kesehatan

Penambangan ilegal juga menyebabkan tingginya insiden penyakit menular di kalangan masyarakat adat, khususnya malaria.

Dr Siquiera menjelaskan bahwa para penambang berpindah-pindah dari satu area ke area lain dan sering mencuri obat yang dapat meredakan gejala malaria, tetapi hal itu tidak menghilangkan parasit itu dari tubuh mereka.

Masalah kesehatan juga berdampak pada Yanomami lanjut usia.

“Mereka akhirnya menjadi sumber penularan (dari patogen itu), sambil membawa penyakit itu ke wilayah-wilayah di mana situasi sudah berhasil dikendalikan,” kata Dr Siquiera.

Tak hanya itu, eksplorasi mineral di wilayah tersebut membutuhkan penggunaan merkuri, senyawa beracun yang mencemari sumber air dan makanan. Paparan zat ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit saraf pada bayi baru lahir.

Kelompok pembela hak masyarakat adat melaporkan bahwa permasalahan ini juga telah menjadi semakin buruk oleh karena ‘situasi tidak aman secara umum yang disebabkan oleh meningkatnya sirkulasi para penambang bersenjata di berbagai wilayah’. Mereka mengklaim hal tersebut menganggu layanan kesehatan bagi penduduk asli.

“Ada keluhan tentang perampasan obat-obatan oleh penambang yang sebenarnya disediakan untuk masyarakat adat,” tambah Dr Siqueira.

Siqueira menjelaskan bahwa jika malaria didiagnosis dan diobati dalam waktu 48 jam sejak timbulnya gejala, risiko penularan ke orang lain dapat berkurang. “Tetapi penambangan ilegal melumpuhkan tim tenaga kesehatan, yang tidak mampu lagi mencari pasien yang terinfeksi dan merawat mereka.”

Kumpulan faktor-faktor ini membantu menjelaskan foto-foto yang dibagikan di seluruh dunia dalam beberapa hari terakhir, yang menunjukkan anak-anak, orang dewasa, dan orang lansia yang mengidap gizi buruk dan hidup dengan kondisi kesehatan kritis.

Langkah Berikutnya

Presiden Lula sudah berjanji akan menangani isu pertambangan ilegal yang terjadi di cagar alam Yanomami. Gugus tugas medis dari Kementerian Kesehatan Brasil dikirim ke wilayah tersebut pada 23 Januari 2023 untuk mendirikan rumah sakit lapangan di Boa Vista, ibu kota Roraima. Setidaknya 16 orang suku Yanomami diterbangkan dari cagar alam pada hari yang sama.

Kementerian Kesehatan Brasil telah mengirim gugus tugas medis ke wilayah tersebut.

Pihak otoritas kesehatan juga mengumumkan bahwa sebuah tim berisi delapan individu akan pergi ke wilayah Surucucu, yang merupakan bagian dari tanah Yanomami.

“Ini adalah situasi darurat kesehatan masyarakat dan kami akan mengatasinya,” kata Menteri Kesehatan Nicia Trindade pada 21 Januari saat berkunjung ke cagar alam tersebut. “Namun, masyarakat harus sadar akan apa yang terjadi di sini.” Pemerintah Brasil juga sudah mulai membagikan paket makanan di sana.

Investigasi

Menteri Keadilan Brasil Flavio Dino mengumumkan sebuah investigasi akan berlangsung untuk menyelidiki kejahatan-kejahatan yang mungkin dilakukan terhadap suku Yanomami. “Ada indikasi kuat bahwa terjadi genosida, hal ini akan diselidiki oleh Polisi Federal,” kata Dino.

Para penambang ilegal bahkan telah membangun lapangan terbang di wilayah Yanomami.

Tetapi Dr Siqueira mengingatkan bahwa masalah-masalah yang dialami oleh suku Yanomami juga terjadi pada lingkungan hidup kelompok adat lain yang tinggal sekitar wilayah Amazon.

“Kami tahu ada masalah di (daerah) Rio Negro dan Alto Solimoes, contohnya. Saya ke sana tahun lalu dan melihat situasi serupa dengan kurangnya bantuan dan perhatian,” kata dia.

“Ini adalah sesuatu yang sangat mendesak untuk ditangani, karena menyangkut kemanusiaan kita.” (BBC/AN-01)

Tags: AmazonAnakHutanYanomami
http://bit.ly/jnewsio http://bit.ly/jnewsio http://bit.ly/jnewsio
Previous Post

Pemain Persebata Petrus Sili Dulimaking Direkrut Klub Liga 2 yang Bermarkas di Surabaya

Next Post

Tragis, Seorang Ibu Cekik Anak Kandung Berusia Dua Tahun Hingga Tewas

aksinews

aksinews

Next Post
Tragis, Seorang Ibu Cekik Anak Kandung Berusia Dua Tahun Hingga Tewas

Tragis, Seorang Ibu Cekik Anak Kandung Berusia Dua Tahun Hingga Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 138 Followers
  • 207k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemerintah Segera Buka Tes CPNS 2023 dan PPPK Besar-Besaran, Ini Tahapan Proses Seleksi

Pemerintah Segera Buka Tes CPNS 2023 dan PPPK Besar-Besaran, Ini Tahapan Proses Seleksi

13 Maret 2023
Di Balik Kisah Anak Kandung Gugat Ibunya di PN Atambua; Mama Kristina Lazakar : Saya Kecewa dan Sakit

Di Balik Kisah Anak Kandung Gugat Ibunya di PN Atambua; Mama Kristina Lazakar : Saya Kecewa dan Sakit

5 Mei 2021
Pembunuhan Sadis Di Komak, Penggal Kepala Korban Disaksikan Istri dan Anaknya

Pembunuhan Sadis Di Komak, Penggal Kepala Korban Disaksikan Istri dan Anaknya

28 Oktober 2021
Bocah 7 Tahun Nyaris Jadi Korban ‘Penculikan’ di Boru, Kapolsek: Setiap Jam Pulang Sekolah Kita Akan Patroli

Bocah 7 Tahun Nyaris Jadi Korban ‘Penculikan’ di Boru, Kapolsek: Setiap Jam Pulang Sekolah Kita Akan Patroli

1 Februari 2023
Di Balik Kisah Anak Kandung Gugat Ibunya di PN Atambua; Mama Kristina Lazakar : Saya Kecewa dan Sakit

Di Balik Kisah Anak Kandung Gugat Ibunya di PN Atambua; Mama Kristina Lazakar : Saya Kecewa dan Sakit

18
Sejumput Cinta dari Kota Pancasila untuk Lomblen Mania

Sejumput Cinta dari Kota Pancasila untuk Lomblen Mania

13
Bank Indonesia Luncurkan Beasiswa untuk Mahasiswa, Dibuka Pendaftaran Hingga 10 Maret 2023

Bank Indonesia Luncurkan Beasiswa untuk Mahasiswa, Dibuka Pendaftaran Hingga 10 Maret 2023

13
Surat Cinta Pater Kopong untuk Ustad Abdul Somad Soal Valentine Day

Surat Cinta Pater Kopong untuk Ustad Abdul Somad Soal Valentine Day

10
Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

28 November 2025
347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

28 November 2025
Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

28 November 2025
Bupati Lembata Dampingi Tim BNPB Verifikasi Titik Pembangunan Sumur Bor, Dukung Penuh Solusi Air Bersih di Buyasuri

Bupati Lembata Dampingi Tim BNPB Verifikasi Titik Pembangunan Sumur Bor, Dukung Penuh Solusi Air Bersih di Buyasuri

27 November 2025

Recent News

Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

28 November 2025
347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

28 November 2025
Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

Bupati Kanis Tegaskan Peran Strategis Ahli Gizi dalam Penguatan Kualitas SDM Lembata

28 November 2025
Bupati Lembata Dampingi Tim BNPB Verifikasi Titik Pembangunan Sumur Bor, Dukung Penuh Solusi Air Bersih di Buyasuri

Bupati Lembata Dampingi Tim BNPB Verifikasi Titik Pembangunan Sumur Bor, Dukung Penuh Solusi Air Bersih di Buyasuri

27 November 2025
ADVERTISEMENT

Follow Us

Browse by Category

  • Business
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Fashion
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • OPINI
  • Politics
  • Polkam
  • REDAKSI
  • Sapa Firman Pagi
  • Science
  • SPORT
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan Lembata

28 November 2025
347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

28 November 2025
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Nasional
  • Dunia
  • Humaniora
  • Sapa Firman Pagi
  • Olahraga
  • Travel
  • Redaksi

Copyright @ 2020 aksinews.id All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Nasional
  • Dunia
  • Humaniora
  • Sapa Firman Pagi
  • Olahraga
  • Travel
  • Redaksi

Copyright @ 2020 aksinews.id All right reserved