Aksinews.id/Lewoleba – Kabar duka kembali berhembus dari lingkungan sekolah di Lembata. Seorang siswa sebuah SLTA di Kota Lewoleba berinisial EG ditemukan tergantung di dahan pohon di kawasan Lusikawak, Lewoleba, Selasa (3/3/2026). Walau saat ditemukan masih bernapas kendati lemah, EG akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Korban EG ditemukan pertama kali oleh kakak kandung ayahnya (Bapa Tenga), Patris Gawen, setelah mereka melakukan pencarian selama sekitar 30 menit. Korban masih menghirup napas, kendati dengan tubuh yang sangat lemas. Sehingga keluarga langsung melarikan korban ke rumah sakit terdekat, RS Damian Lewoleba. Namun lima menit di RS, dokter yang memeriksa kondisi tubuh korban menyatakan, korban sudah meninggal dunia.
Isak tangis kerabat dan keluarga korban sudah pecah, saat korban dari lokasi penemuan. Keluarga dengan sigap menurunkan korban dari dahan pohon dan menggotongnya ke pinggir jalan umum untuk dibawa ke Rumah Sakit Damian.
Seorang sahabat korban, Igon menuturkan bahwa EG selama ini tinggal di kamaar kos di kawasan Lusikawak. Ayah kandungnya baru saja dari kampung halamannya, Imulolong untuk menguru kepindahan korban dari kamar kos ke rumah Bapa Tenganya di Lorong Sengsara (Longser), Kelurahan Lewoleba Barat. Ini dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi EG untuk mengikuti ujian sekolah.
Ya, “Karena besok mau ujian, jadi bapaknya datang dari Imulolong untuk urus kepindahan ke rumah Bapa Tenganya di Longser. Mereka rencana mau ke Lusikawak untuk berpamitan dengan bapa kosnya,” ujar Igon, Selasa (3/3/2026).
Dikatakan, EG berjalan lebih dulu menuju kosnya. Ayahnya, Doel Gawen menyusul lima menit kemudian. Tapi, saat ayahnya tiba di kamar kos, EG belum juga terlihat. Beberapa saat menungguh, Doel Gawen mulai gelisah. Begitu juga Bapa Tenga, Mama Tenga dan adik EG. Kontan saja, mereka ramai-ramai melakukan pencarian.
Patris Gawen, Bapa Tenga EG, kaget minta ampun saat pertama kali melihat tubuh EG tergantung pada dahan pohon asam, tak jauh dari kos korban.
Igon mengungkapkan bahwa keluarga EG sangat terpukul dan masih tidak percaya dengan kejadian tersebut. Mereka pun tidak tahu menahu apa yang melatari peristiwa naas ini.
Jenazah EG dibawa pulang malam hari ke kampung halamannya, Imulolong, Kecamatan Wulandoni, untuk dimakamkan.
Keluarga berharap pihak berwajib dapat mengungkap misteri kematian EG yang ditemukan tergantung di dahan pohon asam ini. (AN/AN-01)






















