Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

Hancur Sebelum Diresmikan, Gempa Bongkar Rapuhnya Kualitas Bangunan KDMP di Ngada

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Ngada – Belum sempat diresmikan, bangunan sudah runtuh. Belum sempat memberi manfaat, harapan warga sudah terkubur di bawah puing. Target besar harus diimbangi kerja besar yang benar.

Pemerintah menargetkan 40.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) berdiri hingga akhir 2026. Sebuah langkah penting untuk menguatkan ekonomi desa.

banner 325x300

Namun di lapangan, semangat itu berbenturan dengan kenyataan. Hingga kini masih banyak bangunan Kopdes yang belum mencapai 50 persen. Dan di Desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT, bangunan yang belum rampung itu justru sudah lebih dulu runtuh — diterjang Gempa Flores 15 Agustus 2026.

Gempa Hanya Pemicu, Bukan Satu-Satunya Penyebab 

Saat Tim BERGUNA – Bergiat Untuk Nusa melakukan asesmen, menemukan lebih dari sekadar kerusakan akibat gempa.

Sambungan besi tulang beton tidak saling mengikat. Campuran semen dan bata terlihat kurang padat. Konstruksi tampak dikerjakan terburu-buru tanpa memperhatikan standar kelayakan.

“Gempa Flores berdampak merata ke seluruh Pulau Flores. Tapi gempa hanya pemicu. Banyak bangunan rubuh karena memang dari awal konstruksinya tidak layak,” ujar Rofinus Monteiro, Ketua Perkumpulan BERGUNA yang turun langsung ke lokasi.

Dari pendataan kami, pola ini berulang, bangun cepat, kejar target, tapi melupakan kualitas.

Kritik Membangun: Demi 40.000 Koperasi Yang Kokoh 

Kami memahami urgensi program Kopdes Merah Putih. Rakyat desa butuh pusat ekonomi yang kuat, bukan bangunan seremonial.

Karena itu, kami menyampaikan catatan ini dengan itikad baik:

  1. Perencanaan harus matang. Lakukan kajian tanah, struktur, dan risiko bencana sebelum pondasi pertama ditanam.
  2. Konstruksi harus berkualitas. Libatkan tukang dan pengawas yang paham standar bangunan tahan gempa. Jangan kompromi pada material.
  3. Pikirkan ketahanan gempa. Flores dilalui banyak patahan geologi. Gempa akan terus datang. Bangunan publik seperti koperasi wajib menjadi tempat paling aman, bukan paling rapuh.

“Jangan sampai koperasi yang dibangun untuk menyejahterakan, justru menambah beban karena harus dibangun ulang. Mari kita kejar target 40.000 unit, tapi pastikan setiap unitnya berdiri kokoh dan benar-benar berguna untuk warga,” tegas Rofinus.

Koperasi adalah rumah bersama untuk kemandirian ekonomi desa. Rumah itu harus kuat, agar harapan di dalamnya tidak mudah runtuh.

“Kami, Tim BERGUNA, siap bersinergi dengan pemerintah, pendamping desa, dan masyarakat untuk mengawal pembangunan masyarakat. Agar tiap program baik tidak berhenti di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tandas Rofinus. (*/AN-01)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *