Aksinews.id/Lewoleba — Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq memaparkan arah pembangunan ekonomi daerah saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kantor Bupati Lembata, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menegaskan penguatan ekonomi rakyat melalui sektor nelayan, tani dan ternak menjadi salah satu prioritas pembangunan.
Bupati Kanis Tuaq mengatakan penurunan kemiskinan menjadi salah satu indikator perbaikan ekonomi. Jumlah penduduk miskin turun dari 37.720 jiwa atau 24,22 persen pada 2024 menjadi 36.780 jiwa atau 23,27 persen pada 2025. Kemiskinan ekstrem juga turun dari 12.598 jiwa atau 8,09 persen menjadi 8.964 jiwa atau 5,67 persen.
PDRB per kapita meningkat dari Rp15,73 juta menjadi Rp16,95 juta, sementara tingkat pengangguran terbuka turun dari 2,18 persen menjadi 1,37 persen. Nilai investasi daerah juga naik dari Rp35,62 miliar menjadi Rp37,49 miliar.
Di sektor Nelayan Tani Ternak (NTT), pemerintah meningkatkan dukungan produksi. Bantuan benih pangan mencapai 98.145 kilogram pada 2026, sementara pengembangan perkebunan diarahkan untuk jambu mete 5.100 hektare, kakao 610 hektare dan kopi 200 hektare.
Dukungan sarana perikanan juga terus diberikan kepada kelompok nelayan, termasuk melalui alokasi enam lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Dari sisi fiskal, realisasi PAD 2025 mencapai Rp39,33 miliar atau 100,44 persen dari target.
Hingga 16 Agustus 2026, PAD mencapai Rp20,77 miliar atau 47,20 persen dari target Rp44 miliar.
Penerimaan PKB dan opsen PKB tercatat 60,23 persen hingga 31 Juli 2026, menjadi capaian tertinggi kedua di NTT.
Di bidang pendidikan, Lembata masuk 10 besar terbaik NTT berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik 2026/2027. Sementara prevalensi stunting per Juli 2026 berada di angka 11,13 persen dengan target diturunkan menjadi 7,2 persen.
Bupati juga menyoroti tantangan perubahan iklim, kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di bidang infrastruktur, pengerjaan Jalan Jalur Tengah Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 kilometer terus dilanjutkan; 21 kilometer telah dikerjakan dan 6,5 kilometer ditargetkan selesai pada 2026.
Pembenahan Pelabuhan Waijarang dan pengembangan konektivitas antardaerah juga terus didorong.
Kanisius menegaskan pembangunan ekonomi harus bermuara pada kemandirian daerah.
Ia mengajak masyarakat meningkatkan produktivitas sektor Nelayan-Tani-Ternak, sementara generasi muda didorong menjadi pelaku utama pembangunan. “Lembata ingin mandiri pangan dan mandiri energi,” pungkasnya. (ProkompimPemkabLembata)

















