Aksinews.id/Lewoleba — Bukan sekadar menjawab soal, para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata ditantang untuk menunjukkan kemampuan, ketepatan, sekaligus kecepatan dalam menguasai sistem informasi kepegawaian melalui Lomba Knowledge Management System (KMS) antar-Perangkat Daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung KED BKPSDM Kabupaten Lembata, Rabu (12/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya mendorong peningkatan Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) di Kabupaten Lembata.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, membuka sekaligus mengikuti langsung sesi pertama perlombaan. Pada sesi perdana tersebut, 25 peserta ikut berkompetisi dan mengerjakan soal bersama Sekretaris Daerah.
Lomba ini menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disiapkan panitia melalui 20 soal. Setiap peserta tidak hanya dituntut memperoleh jawaban yang benar, tetapi juga menyelesaikan seluruh soal dalam waktu secepat mungkin.
Kemampuan menggunakan sistem My ASN juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lomba. Peserta diwajibkan mengetahui dan menguasai akses akun masing-masing, termasuk username, password dan authenticator code.
Secara keseluruhan, perlombaan diikuti 384 peserta yang berasal dari berbagai unsur jabatan dan perangkat daerah. Peserta terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, lurah, kepala puskesmas serta perwakilan PNS dari masing-masing perangkat daerah.
Pelaksanaan lomba berlangsung selama dua hari, 12 hingga 13 Agustus 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah jawaban benar dan durasi waktu yang digunakan untuk menyelesaikan soal. Jika terdapat peserta dengan nilai yang sama, waktu pengerjaan hingga hitungan menit dan detik menjadi penentu berikutnya.
Peserta dengan nilai tertinggi dan waktu tercepat akan ditetapkan sebagai Juara I, II dan III. Setiap peserta yang telah menyelesaikan soal juga wajib menunjukkan bukti hasil nilai dan durasi pengerjaan kepada panitia atau pengawas.

Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Penilai bersama Asisten Administrasi Umum, BKPSDMD dan Bagian Pemerintahan terlibat dalam proses penilaian dan dukungan teknis pelaksanaan kegiatan.
Melalui lomba ini, kompetisi ditempatkan bukan hanya sebagai ajang mencari pemenang, tetapi juga sebagai cara membangun kebiasaan baru di kalangan ASN: semakin terbiasa dengan teknologi, semakin memahami sistem kepegawaian, dan semakin siap memberikan pelayanan publik yang profesional. Semangat kemerdekaan pun diterjemahkan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan birokrasi saat ini—mendorong ASN untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kemampuan di tengah perubahan pelayanan pemerintahan yang semakin berbasis digital. (ProkompimPemkabLembata)

















