Kritis & Terpercaya
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250

HUT Pertama Paroki St. Fransiskus Balauring, Bupati Lembata Tekankan Kolaborasi Gereja dan Pemerintah Bangun Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

Aksinews.id/Balauring — Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, S.Sos., menghadiri Perayaan Syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Paroki Santo Fransiskus Balauring, Minggu (9/8/2026).

Perayaan syukur tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Hadir dalam kesempatan itu anggota DPRD Kabupaten Lembata, Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, staf ahli TP PKK Kabupaten Lembata, Forkopimcam, Camat Buyasuri, para kepala desa, biarawan dan biarawati, tokoh agama, serta seluruh umat Paroki Santo Fransiskus Balauring.

banner 325x300

Perayaan HUT pertama Paroki Santo Fransiskus Balauring mengusung tema “Menata Masa Depan Paroki dengan Rasa Syukur dan Sukacita.”

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Santo Fransiskus Balauring, Pater Maksimus Labut Rao, O. Carm., menjelaskan bahwa nama paroki tersebut berlindung pada dua sosok kudus, yakni Santo Fransiskus Xaverius dan Santo Fransiskus dari Asisi. Pemilihan nama tersebut menjadi bagian dari perjalanan iman umat, terlebih karena bertepatan dengan wafatnya Paus Fransiskus dan tahun pensiun Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Menurut Pater Maksimus, usia satu tahun merupakan tahap awal dalam perjalanan sebuah paroki. Ia mengibaratkan Paroki Santo Fransiskus Balauring seperti seorang anak yang baru mulai duduk, merangkak, dan belajar berjalan. Karena itu, paroki yang masih muda tersebut membutuhkan topangan, pendampingan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan atas bimbingan dan penyertaan-Nya selama satu tahun perjalanan pastoral. Umat juga diajak untuk terus memohon penyertaan Tuhan agar seluruh karya pelayanan mampu menghadirkan kasih, damai, dan sukacita bagi sesama.

Pater Maksimus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, para donatur, umat paroki, pemerintah desa, BPD Balauring, serta para imam dan tokoh agama lain yang selama ini membangun kebersamaan dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Hilarius Lukas Kirun, dalam sambutannya menyampaikan ucapan proficiat atas peringatan HUT pertama Paroki Santo Fransiskus Balauring.

Ia mengenang kondisi gereja tersebut ketika masih berupa kapela kecil dan sederhana. Menurutnya, perkembangan fisik gereja hingga menjadi bangunan yang lebih representatif seperti saat ini merupakan buah dari kerja sama dan gotong royong berbagai pihak.

Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Hilarius juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran bagi perkembangan Paroki Santo Fransiskus Balauring. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan.

Ia juga mengajak umat untuk meneladani semangat Santo Fransiskus yang dikenal rela berkorban dan senang berbagi kepada sesama, termasuk ketika berada dalam keterbatasan.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat, baik umat Katolik, Muslim maupun Protestan, untuk terus menjaga kerukunan, hidup berdampingan secara damai, saling mendukung, dan bekerja sama membangun Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia satu tahun merupakan usia yang masih sangat muda. Namun, di balik usia yang masih “bayi”, Paroki Santo Fransiskus Balauring telah menunjukkan semangat pelayanan dan karya pastoral yang terus berkembang.

Bupati menegaskan bahwa gereja tidak hanya menjadi tempat pembinaan iman, tetapi juga merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, toleran, memiliki semangat gotong royong, serta saling menghargai.

Pemerintah Kabupaten Lembata, kata Bupati, memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh umat dan paroki tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun golongan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Gereja juga tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kerja sama, kerja keras, pengorbanan, dan kedisiplinan untuk membangun daerah ini,” tegasnya.

Bupati mengatakan, kehadirannya bersama istri dan Wakil Bupati dalam perayaan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan pemerintah terhadap kehidupan umat. Meskipun belum membawa janji program baru secara khusus, ia memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan paroki dan kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang berkaitan dengan masa depan kawasan Balauring dan wilayah sekitarnya.

Ia menyebut kawasan Balauring, Nuhanera, Lewolein, dan Tanjung Baja telah ditetapkan sebagai salah satu klaster pertumbuhan ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) karena memiliki potensi yang besar, terutama di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Bupati mengungkapkan bahwa Surat Keputusan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait rencana pembangunan Kampung Nelayan di kawasan tersebut telah diterbitkan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat pesisir.

Selain itu, kawasan Balauring dan sekitarnya juga telah didukung oleh sejumlah infrastruktur, termasuk ketersediaan energi melalui SPBU dan fasilitas pelabuhan.

Potensi pariwisata Lembata juga terus dikembangkan. Bupati menyampaikan rencana pembangunan resort di kawasan Tanjung Baja sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menangkap peluang wisatawan yang mencari destinasi alternatif dari Bali dan Labuan Bajo.

Untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut, akses jalan menuju Tanjung Baja juga sedang dibenahi dan dirapikan.

“Kita sedang membangun satu klaster ekonomi baru. Nuhanera, Lewolein, Tanjung Baja, dan Balauring diharapkan menjadi salah satu masa depan ekonomi bagi generasi muda kita, termasuk OMK, remaja masjid, dan generasi muda lainnya,” ungkap Bupati.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk serius mengembangkan potensi yang ada, baik di darat maupun di laut. Masyarakat juga diminta menjaga kelestarian lingkungan agar kekayaan alam yang dimiliki Lembata dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini menghadapi tantangan fiskal sehingga harus melakukan berbagai langkah efisiensi. Kondisi tersebut, antara lain, berkaitan dengan kewajiban daerah yang harus diselesaikan.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelayanan keagamaan dan kehidupan umat. Bupati memastikan bahwa dalam perubahan anggaran, pemerintah daerah akan tetap berupaya menyisihkan dukungan bagi kegiatan pelayanan umat dan paroki sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Ia menegaskan, kekuatan sebuah paroki tidak semata-mata diukur dari kemegahan gedung atau banyaknya program yang dimiliki, tetapi terutama dari kekuatan iman, semangat gotong royong, serta kepedulian umat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan kabar terkait peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Lembata. Ia mengungkapkan bahwa RSUD Lewoleba akan segera meluncurkan layanan hemodialisis atau cuci darah melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Dengan hadirnya layanan tersebut, masyarakat Lembata yang membutuhkan pelayanan cuci darah tidak lagi harus keluar daerah, seperti ke Kupang maupun Maumere.

Bupati menilai kehadiran fasilitas kesehatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Perayaan HUT pertama Paroki Santo Fransiskus Balauring kemudian ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan satu tahun paroki. Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pemberian sumbangan dari berbagai pihak, termasuk Bupati Lembata, Wakil Bupati, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta umat yang hadir.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan Paroki Santo Fransiskus Balauring sebagai paroki yang masih muda tidak hanya bertumpu pada kekuatan internal umat, tetapi juga pada dukungan dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat. (ProkompimPemkabLembata)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *