Aksinews.id/Larantuka — Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) menggelar kegiatan pengorganisasian kelompok bagi komunitas Usaha Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kegiatan strategis ini berlangsung di Desa Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, dan dihadiri oleh 31 peserta yang merupakan perwakilan kelompok purna PMI dari tiga desa perluasan program Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), yakni Desa Riangkotek, Desa Balukhering, dan Desa Watotutu.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Riangkotek, Yosep Pusi Koten, serta difasilitasi langsung oleh Angela Lena Kaha. Dalam sambutan pembukaannya, Pemerintah Desa menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemberdayaan ekonomi yang digerakkan dari tingkat tapak demi memulihkan kesejahteraan keluarga purna PMI.

Dalam sambutannya, Direktur YKS, Mansetus Balawala, menegaskan bahwa pengalaman, keterampilan, dan etos kerja yang diperoleh para pekerja selama merantau di luar negeri merupakan modal yang luar biasa berharga untuk membangun kemandirian ekonomi di negeri sendiri.
“Kepulangan seorang PMI purna bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan babak baru untuk merintis kesuksesan di tanah air. Melalui berbagai program pemberdayaan, YKS berkomitmen untuk mendampingi agar purna PMI tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu bertransformasi menjadi wirausahawan yang mandiri dan tangguh,” ujar Mansetus penuh optimisme.
Mansetus memaparkan tiga alasan krusial mengapa para purna PMI harus berwirausaha secara kolektif atau berkelompok, Pertama, memiliki kekuatan modal bersama dimana sistem kelompok mempermudah akses terhadap lembaga permodalan, perbankan, maupun program bantuan stimulus dari pemerintah. Kedua, skala usaha lebih besar. Dengan usaha kolektif memungkinkan terciptanya efisiensi biaya, dorongan inovasi produk, serta jangkauan pemasaran yang jauh lebih luas. Ketiga, saling mendukung (Support System) dimana kelompok berfungsi sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman, memecahkan hambatan operasional bersama, dan menjaga motivasi berbisnis tetap tinggi di tengah tantangan pasar.
Di akhir arahannya, Direktur YKS berpesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan pembekalan ini sebaik-baiknya demi menyerap ilmu dari narasumber, mendiskusikan ide kreatif, dan jeli memetakan jenis usaha yang potensial di daerah masing-masing. Ia juga menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan kelompok usaha terletak pada solidnya kerja sama, transparansi manajemen, serta pemanfaatan pasar lokal maupun ekosistem digital agar produk purna PMI mampu bersaing.
“Semoga langkah awal kita pada hari ini dicatat sebagai ibadah dan membawa berkah, serta mampu melahirkan wirausahawan-wirausahawan sukses yang dapat menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar,” tutupnya. (MB)

















